Ketakutan Ketika Akan Tiba Umur 20 Tahun
Hallo kenalkan namaku Teja
Perna ngga kalian ngerasa takut masuk umur 20-an. Kalu aku pribadi, suatu hari (ngga bermaksud alay) tapi emang perna tiba2 bawaannya takut.
Mungkin karena waktuku semakin pendek. Setelah wisuda bahkan sebelum melakukan itu. Ada berbagai keputusan yang harus dipersiapkan.
Di umur 20, kami juga legal untuk memilih keputusan menikahi seseorang. Tapi yang paling membuatku takut adalah soal kata2 "Dewasa/Matang". Sebab kenyataannya aku belum mendekati definisi tersebut.
Walaupun belum terlalu terlihat. Hidup jauh dari orang tua di Jogja, membuatku setidaknya belajar sesuatu.
Titik balik hidupku adalah saat SMP kelas 2. Awalnya aku adalah pribadi yang sangat extrovet, berani, dan ketua geng yang paling ditakuti. Aku ngga perna takut, karena banyak orang yang pengen jadi temenku. Orang tuaku pun siap di belakang dengan segala perilakuku yang kadang khilaf. Meskipun sampai tahun 2017, Ortu masih tetep jadi teman hidup yang sabar karena ke khilafanku.
Febuari 2017, aku mengalami kecelakaan. Hal itu membuat aku kehilangan kesempatan exchange dan orang tuaku harus mengeluarkan banyak uang extra. Ketika digips, banyak banget yang aku fikirin. Alhamdulillah, Allah mempertemukanku dengan senat mahasiswa UGM melalui Mas Fikri dan Mas Galih. Jadi ngga terlalu larut. IP turun, tapi alhamdulillah nilainya diatas B. Terlebih, aku menerima banyak dukungan, dari orang yang ngga perna kukenal. yang mohon maaf tidak banyak kurespon, termasuk orang yang dekat. Tidak kukabari, tentang kondisiku.
Ngomongin keakrabran, mungkin lagunya Lee Hi yang world tour. Bisa jelasin keadaanku. Aku tidak tahan dengan keakraban. Setelah berdinamika, hal tersebut dikarenakan aku punya kepribadian INFJ dari yang awalnya ENTJ. Ekspektasiku terhadap apapun sangat tinggi. Jadi aku berhati2 dan hanya supel pada tempat yg dibutuhkan.
Akhirnya hal itu sendiri yang membuatku sering merasa kesepian. Aku ingin semua serba ideal. Tapi didunia ini, ideal artinya menyeimbangkan diri. Saat itu aku belum paham. Sempat sangat ketakutan memasuki ajaran baru, aku paham sekali kenapa orang mengenalku sebagai orang yang KUPU KUPU. karena memang nyatanya aku ngga tahan berlama2 menggosip dengan asap rokok di kampus.
Kalu kalian perna liat sceane di film twenty yang korea bukan sweet 20 ya. Tapi yang salah satu aktornya Junho 2PM. ada dialog, bahwa umur 20, adalah pertengahan hidup. Sehingga harus segera diputuskan. Kita ngga tau, bisa jadi kayak Jonghyun yang memutuskan mengakhiri hidup diumur 27/28di korea. Begitupun aku yang ingin segalanya serba pasti. Karena Kepastian saat itu membuatku tenang.
Hingga pada akhirnya, aku paham kenapa di sceane pertengahan film 20, ketiga aktor utama tetap di titik tengah dari dua cabang yang mereka pilih (dua cabang itu realitas dan impian). Karena hidup ini dinamis, banyak peluang yang mungkin terjadi. Sehingga yang kita lakukan harusnya memutuskan segera untuk memersiapkan diri menghadapi segala perubahan.
Kenali Siapa Kita, Paling Engga Dimana atau Kapan atau Apa yang membuatmu betah dan mau total ngelakuinnya. Karena dari siti fortofolio masa depanmu didapet. Itu udah kubuktikan. Biar ngga kepanjangan, aku lanjut di part lain ya.
Salam My Papper My Passport
Perna ngga kalian ngerasa takut masuk umur 20-an. Kalu aku pribadi, suatu hari (ngga bermaksud alay) tapi emang perna tiba2 bawaannya takut.
Mungkin karena waktuku semakin pendek. Setelah wisuda bahkan sebelum melakukan itu. Ada berbagai keputusan yang harus dipersiapkan.
Di umur 20, kami juga legal untuk memilih keputusan menikahi seseorang. Tapi yang paling membuatku takut adalah soal kata2 "Dewasa/Matang". Sebab kenyataannya aku belum mendekati definisi tersebut.
Walaupun belum terlalu terlihat. Hidup jauh dari orang tua di Jogja, membuatku setidaknya belajar sesuatu.
Titik balik hidupku adalah saat SMP kelas 2. Awalnya aku adalah pribadi yang sangat extrovet, berani, dan ketua geng yang paling ditakuti. Aku ngga perna takut, karena banyak orang yang pengen jadi temenku. Orang tuaku pun siap di belakang dengan segala perilakuku yang kadang khilaf. Meskipun sampai tahun 2017, Ortu masih tetep jadi teman hidup yang sabar karena ke khilafanku.
Febuari 2017, aku mengalami kecelakaan. Hal itu membuat aku kehilangan kesempatan exchange dan orang tuaku harus mengeluarkan banyak uang extra. Ketika digips, banyak banget yang aku fikirin. Alhamdulillah, Allah mempertemukanku dengan senat mahasiswa UGM melalui Mas Fikri dan Mas Galih. Jadi ngga terlalu larut. IP turun, tapi alhamdulillah nilainya diatas B. Terlebih, aku menerima banyak dukungan, dari orang yang ngga perna kukenal. yang mohon maaf tidak banyak kurespon, termasuk orang yang dekat. Tidak kukabari, tentang kondisiku.
Ngomongin keakrabran, mungkin lagunya Lee Hi yang world tour. Bisa jelasin keadaanku. Aku tidak tahan dengan keakraban. Setelah berdinamika, hal tersebut dikarenakan aku punya kepribadian INFJ dari yang awalnya ENTJ. Ekspektasiku terhadap apapun sangat tinggi. Jadi aku berhati2 dan hanya supel pada tempat yg dibutuhkan.
Akhirnya hal itu sendiri yang membuatku sering merasa kesepian. Aku ingin semua serba ideal. Tapi didunia ini, ideal artinya menyeimbangkan diri. Saat itu aku belum paham. Sempat sangat ketakutan memasuki ajaran baru, aku paham sekali kenapa orang mengenalku sebagai orang yang KUPU KUPU. karena memang nyatanya aku ngga tahan berlama2 menggosip dengan asap rokok di kampus.
Kalu kalian perna liat sceane di film twenty yang korea bukan sweet 20 ya. Tapi yang salah satu aktornya Junho 2PM. ada dialog, bahwa umur 20, adalah pertengahan hidup. Sehingga harus segera diputuskan. Kita ngga tau, bisa jadi kayak Jonghyun yang memutuskan mengakhiri hidup diumur 27/28di korea. Begitupun aku yang ingin segalanya serba pasti. Karena Kepastian saat itu membuatku tenang.
Hingga pada akhirnya, aku paham kenapa di sceane pertengahan film 20, ketiga aktor utama tetap di titik tengah dari dua cabang yang mereka pilih (dua cabang itu realitas dan impian). Karena hidup ini dinamis, banyak peluang yang mungkin terjadi. Sehingga yang kita lakukan harusnya memutuskan segera untuk memersiapkan diri menghadapi segala perubahan.
Kenali Siapa Kita, Paling Engga Dimana atau Kapan atau Apa yang membuatmu betah dan mau total ngelakuinnya. Karena dari siti fortofolio masa depanmu didapet. Itu udah kubuktikan. Biar ngga kepanjangan, aku lanjut di part lain ya.
Salam My Papper My Passport
Komentar