Kepemimpinan dan Kebahagiaan dalam WARA WIRI SURABAYA
Hallo, kenalin namaku Teja. Kali ini aku mau berbagi kisah dan apa saja yang telah ku pelajari di wara wiri. Mungkin agak panjang, jadi kalian pilih subheading yang disukai aja ya...terimakasih udah mau berkunjung dan membaca. Sampah juga punya fungsi.
Malem itu
Di malem itu, kita sedang berkumpul rutin untuk membicarakan agenda ke depan. Nah, tiba di mana, si ketua tanya, siapa nih yang mau jadi penanggung jawab pelaksana wara wiri simultan. Awalnya aku ya diam saja, biar ada penerimaan. Eh, ngga ada yang angkat tangan, ya aku mengacungkan tangan, "Aku mau", mereka tanya, emang tahun depan kamu sibuk apa aja. Lalu dengan sangat santai aku bilang, ya cuma preapare buat exchange. Ya Allah, ternyata betulan, kemaren sekitar tanggal 22/23 Januari dapet pengumuman bisa ke Singapura dan Malaysia buat Volunteerism. Ya walaupun perjuangan nabung, tapi alhamdulillah tahun ini, jika Allah memberi rejeki terus, insya Allah, aku bisa berangkat ke luar sesuai dengan target. Nah ini masih ada rencana nyusun ikut lomba ke korea selatan. Doain juga ya temen - temen.
Awal Kepanitiaan
Penerimaan adalah segalanya dalam memulai hubungan. Sehingga saat menyusun cara oprec sampe pembentukan grup, aku melibatkan dan mencoba menjadi pendengar yang seimbang. Tapi ngga bertahan lama, ketakutankupun terjadi, paham ngga sih, kalau kita berekpektasi lebih dengan diri sendiri, dan takut ngecewain orang lain terjadi. Pasti aku bakalan mikir terus, cemas, gelisah, dan bener - bener rasanya ngga enak.
Setelah aku sok-sokan ikut cara orang lain, mengatasnamakan kekeluargaan dihubungan yang dipaksakan seperti itu , jatuhnya ngga baik.
Di proses awal, Ghifari yang percaya dengan kepanitiaanku pun, akhirnya memilih mundur dengan gentleman, mungkin di acara ini bukan lagi menjadi level belajarnya. Dia butuh media yang lebih tinggi lagi, untuk meningkatkan kualitas dirinya. Jadi aku menghargai keputusannya.
Sempat, tidak ada yang mau bergerak, jadilah aku bergerak sendiriian, namun kata - kataku yang belum bisa dicerna oleh anggotaku, menyebabkan mereka berasumsi bahwa kepanitian ini hanya milikku.
Kritikan, celaan, mungkin kata - kata mutiara surabaya ingin mereka sampaikan saat itu, karena kesal sekali akibat perbuatanku. Di awal pertemuanpun, aku seperti orang dungu mungkin bagi mereka, karena tidak mampu mencairkan forum.
Di Tengah Perjalanan
Beberapa bulan, aku mencoba untuk tidak ambil pusing, kuhitung di awal, aku hanya memprediksi, walah, cuma 15 juta, pasti bisa. Sampe aku ngerasa gelisah kok ngga ada pemasukan kabar sponsor, akhirnya aku menghubungi dina. Ngga cuma itu, aku menunjukan bahwa aku mau kerja dan membantu. Akhirnya kubantu dan kuakomodir, temen konsum yang mungkin agak gabut di tengah perjalanan itu, alhamdulillah banget hanif dan saras mau bantu. Awalnya hanif mau akrab denganku, tapi aku ngga bisa gterlalu dekat dengan siapapun.
Nah untuk kasus saras, dia ternyata ngga mengerjakan. Tapi dateng dari mana prinsip itu menjadikanku untuk fokus kepada orang yang mau berkarya dan membantu saja. Aku ngga memusingkan orang yang ngga mau kerja, contohnya ghifari di awal. Karena hanya mereka yang mau berkontribusi yang menjadi seseorang yang penting bagiku. Seburuk apapun dia, karena dia cuma butuh support agar potensinya termaksimalkan. Walaupun, sebelum melakukan itu, aku mensupport diriku sendiri.
Benar saja dari situ, semua mulai membaik, aku jongkok agar bisa lompat tinggi. Kepercayaan dan penyelesaian alternatif mulai hadir, ketika mereka dilibatkan dan dianggap teman bukan bawahan, karena pada kenyataaanya tidak ada yang membeyar mereka.
Orang hanya bisa berkaca melalui perbuatan orang lain, oleh karena itu, jika aku pengen membuat baik kepanitiaan ini , maka aku harus mau dan menunjukan kalau aku juga mau terlibat dan kerja keras bareng.
7 HAL SEBELUM KEBAHAGIAAN NUTUP MODAL DAN KERJA SAMA BARENG
Alhamdulillah ternyata nutup modal dan apresiasi diberikan pada semua anggota kepanitiaan.
Nah ada 7 nilai yang mungkin bisa jadi tips ketika menjadi bagian dari sebuah kelompok :
1. Melibatkan semua pihak, jadi kadang pemimpin harus jadi pendengar yang baik, biar bisa mengakomodasi ide temen-temen.
2. Sabar dan Tenang, fokus untuk kerja dan terus cari alternatif.
3. Menawarkan bantuan secara support atau fisik.
4. Membuat semuanya lebih dekat, jadi membuat semua merasa dijadikan orang spesial atau berharga.
5. Jadilah Pelindung yang bertanggung jawab.
6. Jadilah penyejuk diantara kericuhan.
terkadang usia muda, membuat kita fokus membesarkan masalah dan meminta maaf, tanpa memikirkan solusi pemecahan masalah. oleh sebab itu, disitu peranmu, menjadi orang yang bijak atau menyejukan susasana melalui solusi yang kamu tawarkan.
Malem itu
Di malem itu, kita sedang berkumpul rutin untuk membicarakan agenda ke depan. Nah, tiba di mana, si ketua tanya, siapa nih yang mau jadi penanggung jawab pelaksana wara wiri simultan. Awalnya aku ya diam saja, biar ada penerimaan. Eh, ngga ada yang angkat tangan, ya aku mengacungkan tangan, "Aku mau", mereka tanya, emang tahun depan kamu sibuk apa aja. Lalu dengan sangat santai aku bilang, ya cuma preapare buat exchange. Ya Allah, ternyata betulan, kemaren sekitar tanggal 22/23 Januari dapet pengumuman bisa ke Singapura dan Malaysia buat Volunteerism. Ya walaupun perjuangan nabung, tapi alhamdulillah tahun ini, jika Allah memberi rejeki terus, insya Allah, aku bisa berangkat ke luar sesuai dengan target. Nah ini masih ada rencana nyusun ikut lomba ke korea selatan. Doain juga ya temen - temen.
Awal Kepanitiaan
Penerimaan adalah segalanya dalam memulai hubungan. Sehingga saat menyusun cara oprec sampe pembentukan grup, aku melibatkan dan mencoba menjadi pendengar yang seimbang. Tapi ngga bertahan lama, ketakutankupun terjadi, paham ngga sih, kalau kita berekpektasi lebih dengan diri sendiri, dan takut ngecewain orang lain terjadi. Pasti aku bakalan mikir terus, cemas, gelisah, dan bener - bener rasanya ngga enak.
Setelah aku sok-sokan ikut cara orang lain, mengatasnamakan kekeluargaan dihubungan yang dipaksakan seperti itu , jatuhnya ngga baik.
Di proses awal, Ghifari yang percaya dengan kepanitiaanku pun, akhirnya memilih mundur dengan gentleman, mungkin di acara ini bukan lagi menjadi level belajarnya. Dia butuh media yang lebih tinggi lagi, untuk meningkatkan kualitas dirinya. Jadi aku menghargai keputusannya.
Sempat, tidak ada yang mau bergerak, jadilah aku bergerak sendiriian, namun kata - kataku yang belum bisa dicerna oleh anggotaku, menyebabkan mereka berasumsi bahwa kepanitian ini hanya milikku.
Kritikan, celaan, mungkin kata - kata mutiara surabaya ingin mereka sampaikan saat itu, karena kesal sekali akibat perbuatanku. Di awal pertemuanpun, aku seperti orang dungu mungkin bagi mereka, karena tidak mampu mencairkan forum.
Di Tengah Perjalanan
Beberapa bulan, aku mencoba untuk tidak ambil pusing, kuhitung di awal, aku hanya memprediksi, walah, cuma 15 juta, pasti bisa. Sampe aku ngerasa gelisah kok ngga ada pemasukan kabar sponsor, akhirnya aku menghubungi dina. Ngga cuma itu, aku menunjukan bahwa aku mau kerja dan membantu. Akhirnya kubantu dan kuakomodir, temen konsum yang mungkin agak gabut di tengah perjalanan itu, alhamdulillah banget hanif dan saras mau bantu. Awalnya hanif mau akrab denganku, tapi aku ngga bisa gterlalu dekat dengan siapapun.
Nah untuk kasus saras, dia ternyata ngga mengerjakan. Tapi dateng dari mana prinsip itu menjadikanku untuk fokus kepada orang yang mau berkarya dan membantu saja. Aku ngga memusingkan orang yang ngga mau kerja, contohnya ghifari di awal. Karena hanya mereka yang mau berkontribusi yang menjadi seseorang yang penting bagiku. Seburuk apapun dia, karena dia cuma butuh support agar potensinya termaksimalkan. Walaupun, sebelum melakukan itu, aku mensupport diriku sendiri.
Benar saja dari situ, semua mulai membaik, aku jongkok agar bisa lompat tinggi. Kepercayaan dan penyelesaian alternatif mulai hadir, ketika mereka dilibatkan dan dianggap teman bukan bawahan, karena pada kenyataaanya tidak ada yang membeyar mereka.
Orang hanya bisa berkaca melalui perbuatan orang lain, oleh karena itu, jika aku pengen membuat baik kepanitiaan ini , maka aku harus mau dan menunjukan kalau aku juga mau terlibat dan kerja keras bareng.
7 HAL SEBELUM KEBAHAGIAAN NUTUP MODAL DAN KERJA SAMA BARENG
Alhamdulillah ternyata nutup modal dan apresiasi diberikan pada semua anggota kepanitiaan.
Nah ada 7 nilai yang mungkin bisa jadi tips ketika menjadi bagian dari sebuah kelompok :
1. Melibatkan semua pihak, jadi kadang pemimpin harus jadi pendengar yang baik, biar bisa mengakomodasi ide temen-temen.
2. Sabar dan Tenang, fokus untuk kerja dan terus cari alternatif.
3. Menawarkan bantuan secara support atau fisik.
4. Membuat semuanya lebih dekat, jadi membuat semua merasa dijadikan orang spesial atau berharga.
5. Jadilah Pelindung yang bertanggung jawab.
6. Jadilah penyejuk diantara kericuhan.
terkadang usia muda, membuat kita fokus membesarkan masalah dan meminta maaf, tanpa memikirkan solusi pemecahan masalah. oleh sebab itu, disitu peranmu, menjadi orang yang bijak atau menyejukan susasana melalui solusi yang kamu tawarkan.
Komentar