Tertawalah Sebelum Tertawa Dilarang

“Tertawalah sebelum tertawa dilarang.”
Slogan itu diciptakan dari keresahan grup lawak Indonesia, Warkop DKI. Sebab waktu itu, mayoritas masyarakat Indonesia sangat berhati- hati, ketika mentertawakan sesuatu, takut menyinggung penguasa. Padahal berbagai referensi dan penelitian menghasilkan, bahwa tertawa efektif meningkatkan 40 persen pembentukan antibodi, mengurangi stress, dan meningkatkan kecerdasan kognitif, yang berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi interpersonal seseorang.
Tetapi, setiap orang memiliki titik tawa yang berbeda. Pernakah kalian menonton Film Boss Baby ? Disuatu adegan diperlihatkan, bayi yang tertawa karena digelitiki di bagian perut, maka ia akan dikirim ke zona keluarga. Sedangkan si Boss Baby, tidak tertawa di sesi itu, sehingga dia dilempar ke bagian menejemen perusahaan Baby Corp. Hingga pada suatu hari, ketika sesi foto bersama, aktor lain Tim Tempelton mencoba menggelitiki seluruh badan Baby Boss. Ternyata titik tawa Baby Boss ada di kaki. Nah, untuk memahami titik tawa kita dimana, maka perlu mengetahui dan mengasah selera humor yang telah dianugerahkan.
Siapa yang menolak bahagia?
Tak seorang-pun yang ingin menolak berbahagia. Termasuk beberapa orang yang mengalami cherophobia, mereka hanya tidak ingin larut dengan kebahagiaan yang mendalam. Ketika kamu belajar mati- matian untuk persiapan tes; mengerjakan target pekerjaan; atau bersusah payah membatasi rasa bahagia, supaya ketakutan berkurang. Bukankah hal tersebut, kesengsaraan yang kamu anggap kerja keras, sebab berbagai usaha itu, membantumu mendapat kebahagiaanmu?
Rasa bahagia menjadi amunisi manusia melawan kehampaan atau perasaan negatif. Dari segi bahasa, kehampaan dihubungkan dengan keadaan vakum. Sehingga hampa itu seperti perasaan ganjil, ada tapi tidak bisa dijelaskan secara fisik. Sesuatu yang tidak berbentuk, hanya bisa dilawan dengan benda sejenisnya, atau seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan benda tak berbentuk itu. Ibarat serangan anjing hitam, yang hanya mampu dilawan anjing hitam lain, atau pawang yang ahli menjinakkan anjing hitam.
Tertawa menjadi salah satu simbol rasa bahagia, yang bisa mengalahkan rasa hampa. Tawa merupakan ekspresi suara (haha atau kkk) dan respon seseorang, ketika malu atau menyadari sesuatu yang dianggapnya ganjil, serta tidak sesuai (dengan hasil pikir pada umumnya). Seperti saat Presiden Jokowi memberikan pertanyaan ke salah satu nelayan, agar ia menyebutkan beberapa jenis ikan. Tidak disangka, sang nelayan menjawab jenis ikan yang menjadi ikon salah satu televisi swasta. Akhirnya peristiwa itu mengundang gelak-tawa penonton, mungkin termasuk kita, yang melihat lewat layar TV atau Youtube.
Rasa hanya bisa dilawan dengan rasa, tetapi ketika rasa itu tidak dapat muncul atau penyebarannya menggila. Maka dibutuhkan kemampuan untuk menjaga dan mengotrol rasa itu. Begitupun hadirnya tawa, yang perlu dilengkapi dengan kehadiran kemampuan mengenali dan menggunakan selera humor.
Selera humor mampu mengalahkan ‘tawa mematikan’
Alfred Adler menyatakan, tertawa memiliki kemampuan menciptakan perasaan dan pengalaman yang membebaskan tekanan. Sehingga ada proses kegembiraan yang terhubung, ketika orang tertawa. Di sisi lain, tertawa merupakan cara seseorang, melarikan diri dari rasa penat. Seperti menagis dan kemarahan yang dihadirkan untuk menciptakan ketenangan atau rasa lega.
Lebih jauh, tertawa merupakan bagian aktivitas seseorang dalam mempelajari bahasa, koneksi, dan empati. Joan Gomes psikiater berkebangsaan Inggris menuturkan, untuk mengamati, merasakan, dan mengungkapkan tawa, seseorang memerlukan seni mengelolah selera humor dalam dirinya. Keterbukaan terhadap humor, juga dapat meningkatkan kepercayaan dan penerimaan diri. Sehingga ketika dihadapkan masalah, perasaan negatif mampu ditangkap dengan cara lebih positif.
Di sisi lain, segala yang berlebihan, akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik. Ketika seseorang tertawa terbahak – bahak, hingga wajah memerah; air mata mengalir; dan tidak bisa mengendalikan situasi itu. Bisa jadi, orang itu meninggal, karena jantung terlalu bekerja keras memompa. Sebaliknya, bagi orang yang kesulitan tertawa, akan rentan mengalami stress dan terganggu hubungan sosialnya.
Jadi bagi seseorang yang sudah mampu tertawa, tapi belum bisa mengendalikan, mungkin tarik napas bisa jadi solusi. Tetapi bagi kawan – kawan yang ingin meningkatkan kemampuan interpesonal. Serta kesulitan tertawa karena beban hidup atau terlalu serius menghadapi semua hal yang terjadi. Mengoptimalkan selera humor bisa membantu seseorang mampu menempatkan diri. Jadi, hidup lebih bahagia dan rilex karena telah mampu mempergunakan titik tawa atau bahagia.
Temukan titik tawa, tingkatkan selera humor
Seseorang yang paling mengetahui tentang dirimu adalah dirimu sendiri. Sedangkan orang lain hanya bisa sebatas membantu menemukan jalanmu. Seperti kisah Boss Baby di awal paragraf pembukaan. Beberapa hal berikut, mungkin membantumu menemukan titik tawamu.
  1. Belajar mengamati
Setiap orang memiliki gaya yang berbeda. Untuk menemukan kekuatan diri dan hal apa yang sering membuatnya tertawa atau bisa dijadikan bahan lelucon. Ada yang mencoba bermeditasi atau refleksi sendirian di ruang yang tenang. Ada juga yang membaca buku, menonton media visual, dan membiasakan diri berkumpul dengan teman – teman.
Semua media tersebut dijadikan alat memperkaya pengetahuan, berkreativitas, dan memahami pola dimana seseorang terbiasa tertawa. Dari situlah, akhirnya seseorang dapat membangun kepercayaan diri mengeluarkan leluconnya. Serta mampu memahami kemudian berempati, dengan ikut ketawa, ketika orang mengeluarkan aksi lucu. Sebab, merespon dan memproduksi lelucon atau hiburan membutuhkan daya imajinasi, menganalisa, dan menghubungkan informasi di otak.
  1. Coba, lanjutkan !
“Practice makes perfect.” Kalau kalian perhatikan beberapa buku tulis merk si**, selalu ada tulisan tersebut. Tapi memang benar adanya, mungkin beberapa dari kamu sudah paham bagaimana menikmati, memproduksi, dan merespon lelucon. Tetapi terkadang ekspresi dan nada datar, tanpa sadar mengurangi nilai lucu, ketika melakukan kegiatan yang berhubungan dengan humor. Jadi teruslah semangat berusaha bahagia dan berdamai dengan diri sendiri. GOOD LUCK.

Komentar

Postingan Populer