Dua Sisi Tangisan
Hallo yang baru gabung, kenalin namaku Teja.
Kali ini, aku mau membahas terkait menangis.
Kita semua sebagai manusia pasti sudah tahu dan sadar bahwa semua orang berbeda. Termasuk soal perasaan. Ada yang mudah marah dan mengungkapkan hal itu melalui teriakan atau menangis.
Penyebabnya pun juga beragam, ada yang karena tersinggung dengan perkataan, atau terlalu refleks untuk memikirkan hal yang sebenernya ngga perlu dipikirin, karena cukup dicari solusi untuk memperbaiki.
Misalnya, kamu mengalami kecelakaan yang membuatmu tidak bisa berjalan secepat biasanya. Hal itu membuat salah satu temenmu bilang "Eh hati - hati bawa orang cacat", kepada temen lain yang tepat saat itu membantumu berjalan. Otomatis mungkin beberapa dari kita akan ngerasaain kesel.
Meskipun kamu paham bahwa teman yang mengatahimu adalah orang yang gagal menerapkan pendidikan tingginya di kebiasaan sehari - hari. Tetapi rasa marah kadang ngga bisa di kontrol. Akhirnya kesulitan menempatkan diri.
Dari peristiwaa itu, aku sendiri jadi inget tulisanku yang berjudul X ngga selalu sama dengan X. Jadi fokus ku disini akan menekankan bahwa karena alamiah bahwa semua satu benda di dunia ini memiliki dua sisi dan bersifat relative, termasuk aturan main yang sebenernya juga masih bias. Makanya ingin aku tekankan agar kita selalu semangat. Fokus aja mempertahankan kehidupan yang ada kebahigiaan ketika kita kontribusi. Kemudian, inget untuk terus belajar memperbaiki dan menempatkan diri dan kamu ngga perlu membuktikan apapun, kepada siapapun.
Lalu gimana kalu aku masih kepikiran masalah itu yang pada akhirnya ikut mengganggu aktivitasku ?
1. Tuntaskan emosimu dalam satu waktu itu juga. Misalnya kamu merasa marah dengan seseorang, maka selesaikan rasa marah itu hari ini dengan aktivitas yang merasa kamu bisa lega. Berteriak, Ngomong di depan kaca, dsb.
2. Sebelum poin pertama selesai,tolong kamu jangan mencoba melupakan dengan angsung pergi atau main game. Tanpa tahu, kalu masalah itu sebenernya emosinya belum selesai.
Ibarat, kamu ingin berteriak, maka teriaklah dulu, jangan melakukan aktivitas yang membuat kemarahanmu terpendam, karena itu akan jadi bom waktu buat kamu. Lebih jauh bisa depresi dan merasa bahwa dirimu ngga ada harganya di dunia ini.
3. Cari tempat dan waktu yang tepat, misalnya ingin melampiaskan masalah marah seperti poin satu. Maka cari tempat dan waktu yang membuat orang lain tidak salah paham. Karena tiap orang dasarnya suka melihat dirinya dulu sebelum melihat lingkungan yang lebih luas.
Orang bodoh yang tiba - tiba datang dan melihat kamu marah, kemudian ia menganggap kamu orang yang kasar dan tidak sopan. Tanpa tahu penyebab sebelumnya yang kamu rasain. Lebih parahnya, Ia melapor ke orang tuamu dan menyalahkan mereka. Akhirnya orang tuamu menyadari kesalahan mereka karena tidak berhasil mendidik kamu. Padahal sebenarnya, orang tuamu hanya termakan omongan temanmu yang bodoh itu.
Mohon maaf, aku eksplisit bilang bodoh, karena ia mengikuti hal yang tidak ia ketahui, paahal setiap perilaku di dunia ini akan dimintai pertanggung jawabannya.
4. Tenang, coba cari cara agar energimu kembali, agar bisa dimunculkan sikap rasional, sadar, dan balas dendam dengan cara yang baik. Sehingga pada akhirnya itu perbuatan baik, bukan balas dendam dengan cara yang membuat kita akhirnya ikut bodoh.
Rasionalitas, membuat kamu memahami sebenarnya posisimu menurut dirimu dan orang lain. Misalnya padahal sebenarnya kamu kesepian karena kamu merasa kamu tidak berguna, dan orang lain pun menganggap begitu. Semakin kamu menahan kekuatan positifmu.
Caranya cari informasi melalui internet dan buku, atau berdiskusi dengan orang sekitar.
Jika sekarang kamu merasa dirimu negatif, maka berikan dukungan bagi dirimu untuk menemukan jawaban dan fokus pada penyelesaian masalah. Dekatkan diri, dengan yang menciptakanmu.
Bahagiamu Dimulai dari Dirimu. Semangat !! Hidupmu Jauh Lebih Berharga.
Kali ini, aku mau membahas terkait menangis.
Kita semua sebagai manusia pasti sudah tahu dan sadar bahwa semua orang berbeda. Termasuk soal perasaan. Ada yang mudah marah dan mengungkapkan hal itu melalui teriakan atau menangis.
Penyebabnya pun juga beragam, ada yang karena tersinggung dengan perkataan, atau terlalu refleks untuk memikirkan hal yang sebenernya ngga perlu dipikirin, karena cukup dicari solusi untuk memperbaiki.
Misalnya, kamu mengalami kecelakaan yang membuatmu tidak bisa berjalan secepat biasanya. Hal itu membuat salah satu temenmu bilang "Eh hati - hati bawa orang cacat", kepada temen lain yang tepat saat itu membantumu berjalan. Otomatis mungkin beberapa dari kita akan ngerasaain kesel.
Meskipun kamu paham bahwa teman yang mengatahimu adalah orang yang gagal menerapkan pendidikan tingginya di kebiasaan sehari - hari. Tetapi rasa marah kadang ngga bisa di kontrol. Akhirnya kesulitan menempatkan diri.
Dari peristiwaa itu, aku sendiri jadi inget tulisanku yang berjudul X ngga selalu sama dengan X. Jadi fokus ku disini akan menekankan bahwa karena alamiah bahwa semua satu benda di dunia ini memiliki dua sisi dan bersifat relative, termasuk aturan main yang sebenernya juga masih bias. Makanya ingin aku tekankan agar kita selalu semangat. Fokus aja mempertahankan kehidupan yang ada kebahigiaan ketika kita kontribusi. Kemudian, inget untuk terus belajar memperbaiki dan menempatkan diri dan kamu ngga perlu membuktikan apapun, kepada siapapun.
Lalu gimana kalu aku masih kepikiran masalah itu yang pada akhirnya ikut mengganggu aktivitasku ?
1. Tuntaskan emosimu dalam satu waktu itu juga. Misalnya kamu merasa marah dengan seseorang, maka selesaikan rasa marah itu hari ini dengan aktivitas yang merasa kamu bisa lega. Berteriak, Ngomong di depan kaca, dsb.
2. Sebelum poin pertama selesai,tolong kamu jangan mencoba melupakan dengan angsung pergi atau main game. Tanpa tahu, kalu masalah itu sebenernya emosinya belum selesai.
Ibarat, kamu ingin berteriak, maka teriaklah dulu, jangan melakukan aktivitas yang membuat kemarahanmu terpendam, karena itu akan jadi bom waktu buat kamu. Lebih jauh bisa depresi dan merasa bahwa dirimu ngga ada harganya di dunia ini.
3. Cari tempat dan waktu yang tepat, misalnya ingin melampiaskan masalah marah seperti poin satu. Maka cari tempat dan waktu yang membuat orang lain tidak salah paham. Karena tiap orang dasarnya suka melihat dirinya dulu sebelum melihat lingkungan yang lebih luas.
Orang bodoh yang tiba - tiba datang dan melihat kamu marah, kemudian ia menganggap kamu orang yang kasar dan tidak sopan. Tanpa tahu penyebab sebelumnya yang kamu rasain. Lebih parahnya, Ia melapor ke orang tuamu dan menyalahkan mereka. Akhirnya orang tuamu menyadari kesalahan mereka karena tidak berhasil mendidik kamu. Padahal sebenarnya, orang tuamu hanya termakan omongan temanmu yang bodoh itu.
Mohon maaf, aku eksplisit bilang bodoh, karena ia mengikuti hal yang tidak ia ketahui, paahal setiap perilaku di dunia ini akan dimintai pertanggung jawabannya.
4. Tenang, coba cari cara agar energimu kembali, agar bisa dimunculkan sikap rasional, sadar, dan balas dendam dengan cara yang baik. Sehingga pada akhirnya itu perbuatan baik, bukan balas dendam dengan cara yang membuat kita akhirnya ikut bodoh.
Rasionalitas, membuat kamu memahami sebenarnya posisimu menurut dirimu dan orang lain. Misalnya padahal sebenarnya kamu kesepian karena kamu merasa kamu tidak berguna, dan orang lain pun menganggap begitu. Semakin kamu menahan kekuatan positifmu.
Caranya cari informasi melalui internet dan buku, atau berdiskusi dengan orang sekitar.
Jika sekarang kamu merasa dirimu negatif, maka berikan dukungan bagi dirimu untuk menemukan jawaban dan fokus pada penyelesaian masalah. Dekatkan diri, dengan yang menciptakanmu.
Bahagiamu Dimulai dari Dirimu. Semangat !! Hidupmu Jauh Lebih Berharga.
Komentar