S(y)UKUR = SUKUR (Rasain! )
Ketika SMA bisa dibilang aku banyak bergulat dengan bahasan spiritual. Hal tersebut meliputi,
1. Pembuktian bahwa memang Tuhan itu ada, bukti gampangnya adalah protein yang tidak bisa diproduksi atau berkembang dari benda mati. Kalau sekarang kamu tanya soal evolusi, sorry aku belum punya ilmunya, mungkin jadi next pembahasan.
2. Takdir, yang kuingat adalah Allah akan menolong manusia kapan dan dimanapun yang kita tak tau kepastian waktu ataupun tempatnya. Hanya itu yang bisa kuingat, serta soal semuanya mengikuti sunnatullah. Jadi aku ngga tau tuh istilah qodarullah.
3. Kedudukan akal dalam memahami wahyu Allah yang akhirnya aku memiliki pemahaman kontekstual dalam melihat tanda Allah baik lewat kitab atau alam.
4. Tasawuf yang sangat mendistorsiku dengan pemahaman yang sangat parsial.
5. Terakhir, ini yang paling berperan besar menyumbang ketidakmampuanku menghadapi boringnya dunia ini. Jadi aku sering kali merasa sangat bosan, dan ngga tau sebenernya mau ngapain sih kita hidup di dunia ini, ya begini - begini aja. Pemahaman apakah itu,
bahwa tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan di akhirat yang bersifat kekal dan itu hanya didapat melalui jalan karir yag bisa kita optimalkan sesuai bakat dan minat. Karena ya pada hakikatnya kita adalah khalifah di muka bumi.
Tepatnya di jalan saat mengendarai motor, aku berpikir bahwa mungkin kelima poin itu adalah cara mempermudah siswa SMA untuk memahami kompleknya dan banyaknya nilai spiritual yang harus diajarkan. Namun menurut saya ketika menghadapi dunia kampus, pondasi pemahaman itu sangat rapuh, karena tidak menyentuh paku buminya, ibarat bangunan hanya arsitekturnya aja yang bagus.
MENDENGAR CERAMAH UST.NOUMAN ALI KHAN DI YOUTUBE
CERAMAH TEMA 1
Setelah malam itu menyesal ngomong ampe nangis dengen temen asrama, aku akhirnya tergerak buka youtube untuk mendengarkan ceramah Ust.Nouman Ali Khan. Video pertama yang aku liat adalah mencari kebahagiaan yang mungkin sebelumnya ada pembahasan American Dream, Liberty, dan apa gitu. Nah aku cuman dapet sesi yang kebahagiaan.
Setelah malam itu menyesal ngomong ampe nangis dengen temen asrama, aku akhirnya tergerak buka youtube untuk mendengarkan ceramah Ust.Nouman Ali Khan. Video pertama yang aku liat adalah mencari kebahagiaan yang mungkin sebelumnya ada pembahasan American Dream, Liberty, dan apa gitu. Nah aku cuman dapet sesi yang kebahagiaan.
Selama ini aku memahami bahwa kebahagiaan merupakan tujuan tertinggi manusia. Jadi ketika manusia ingin mendapatkan status, popularitas, kejuaraan, dan bahkan mati - matian kerja demi uang, semua usaha itu tertuju pada kata KEBAHAGIAAN (hakiki). Ternyata pengetahuanku sangat dangkal bahkan tidak kritis, ya kira - kira kalimat itu yang seketika muncul dalam pikiran yang lagi dengerin ceramah ustad.
Ustad menuntun audience memahami tahap kebutuhan tertinggi yang nantinya adalah sebenar - benarnya tujuan diciptakan manusia, atau apa yang membuat manusia itu bukan sekedar bahagia, tapi juga sangat tenang dalam menjalani hidup ini dan selanjutnya. Di mulai dengan tahap pertama
1. Kebahagiaan yang udah pasti sangat mudah didapatkan manusia. Misalnya, kamu main ps, ngobrol ama temen, dan bisa belanja apa ngga bahagia? tentu bahagia, ya walaupun durasinya limited. Tapi kebahagiaan itu sangat mudah didapatkan di dunia ini.
2. Sampai tahap yang kedua yakni i wanna be COOL, di tahap ini bisa jadi seseorang akan kehilangan jati dirinya karena mengikuti trend yang butuh usaha lebih keras ketimbang sekedar merasakan sensi bahagia menjadi seseorang yang cool. Intinya ada masanya kamu bakalan capek diet, atau bahkan pake lipstik baju dan brand yang sangat ngga nyaman dipakai, ya agar diterima lah.
3. Popularitas, menjadi pusat perhatian.
4. Prestius, misal sekolah di UGM biar dapet status reputasi dan pengakuan dari orang lain.
5. Uang, kita udah ngga peduli poin 1-4 ditambah kapasitas tubuh yang penting kerja - kerja - kerja, uang adalah waktu, jadi bisa membeli segalahnya.
Dari poin 1 - 5 tentu membutuhkan perjuangan keras untuk mendapatkannya, namun jika kalian perhatikan kesemua poin itu merujuk pada faktor eksternal atau material saja. Nah, untuk tiga poin selanjutnya sampai yang tertinggi, akan berfokus pada dunia internal yang menentukan langkah seseorang mencapai ketenangan dan kebahagiaan sejatinya.
6. Excellent, orang tersebut ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, sehingga yang menjadi musuhnya adalah dirinya di hari kemarin. Mereka tidak ingin sekedar menjadi pekerja sosial yang handal, namun menjadi top manajer sosial di atas pekerja sosial handal pada umumnya.
7. Oreintasi pada pelayanan sosial, hidupku adalah untuk kebermanfaatan banyak orang atau orang lain. Tidak mau sukses sendiriian, contohnya adalah mandela dan gandhi.
8. PURSUIT the truth. Berani untuk bertindak dan membela kebenaran dan keadilan. Di sini ustad ingin menegaskan bahwa harusnya setiap manusia harus fokus dengan kinerja atau optimalisasi aktivitas yang ia kerjakan setiap hari sebgai bentuk ibadahnya pada Allah.
Jadi tujuan tertinggi manusia adalah Allah, kenapa? Sebab hanya Allah yang mampu melihat usaha kita sepenuhnya. Seluruh proses dalam peningkatan kualitas dirimu, Allah melihatnya, Allah mengawasinya, dan Allah mengapresiasinya, dimana manusia tidak bisa melakukan hal tersebut.
CERAMAH TEMA 2
Tema kedua soal doa, jadi sebelumnya aku memahami bahwa doa hanyalah pengobat hati, atau sugesti yang membantu otak manusia meakukan apapun sesuai doanya. Ternyata memang doa merupakan cara kita berkomunikasi dengan Allah. Meskipun doa kita didengar Allah, dan jawabannya akan kembali ke Al Quran, namun anda perlu ingat bahwa Allah tidak pernah berhenti mengurus makhluknya. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah melalui izin, kemudahan, dan pertolongannya yang kita ngga tau pasti kapan dan dimananaya.
MELENGKAPI PEMAHAMAN DENGAN BUKU
Informasi akan tujuan dan arah hidup ini makin lengkap setelah aku mencoba membaca buku God, Man, and Nature yang membahas hubungan ketiganya. Di mana digambarkan bahwa hubungan Allah, manusia, dan alam seperti segitiga, Allah menduduki puncak tertinggi sedangkan alam dan manusia mengalami derajat yang sama dalam mencapai ridhonya. Lebih jauh hubungan ketiganyadijelaskan melalui empat aspek berikut,
1. Hubungan Ontologi
Persoalan ini didasarkan pada pertanyaan Apa sumber wujudnya dunia ini?dan dari mana manusia berasal? Lagi - lagi kita harus kembali pada manual book manusia yakni Al - Quran bahwa Allah adalah sumber wujud itu sendiri. Allah-lah yang memberikan eksistensi dan wujud kepada manusia. Anugerah tersebut Allah tiupkan ke dalam tubuh manusia dengan bentuk ruh, yang mana ruh itu akan kembali pada sang pemilik sampai ditentukan ajal manusia tiba. Oleh karena itu, harusnya manusia bersyukur dengan senantiasa berlaku kebenaran dan keadilan agar mendapat ridha Allah. Sebab meskipun manusia diberikan kesempatan memilih, namun tidak sekalipun Allah lepas pengawasan terhadap makhluk ciptaan-Nya, ibarat Ayah yang bertanggung jawab membesarkan, mengurus, menuntun, dan bahkan menghukum atau memberi reward.
2. Hubungan Komunikatif
Mengutip kata ustad Nouman bahwa Allah sangat menunggu doa kita, sebab Ia selalu ingin berkomunikasi dengan kita. Nah, dalam berkomunikasi ini aturan main yang diterapkan Allah adalah hubungan interaktif. Artinya Allah memberikan kitab dan pertanda alam yang dapat dibaca manusia sebagai pesannya, maka tidak heran manusia dibekali akal untuk memahami hal tersebut. Kemudian dari peristiwa itu, manusia akan menemukan alasan bahwa memang sudah seharusnya ia bersukur terhadap banyaknya nikmat Allah yang benar - benar merimpah ruah dan harus dimanfaatkan. Jadi asalah kemampuan akal atau hati agar mampu berpikir jerih dan memunculkan respon positif yakni berupa syukur. Kalau kita sudah berhasil fokus menjalani hidup dengan rasa syukur, maka mungkin segala potensi kita akan termaksimalkan.
3. Hubungan Tuan-Hamba
Allah akan memperlakukan kita dengan adil sesuai dengan usaha dan etika kita. Jadi Allah bisa sangat lembut atau tegas atas usaha kita dalam menjalankan perintah-Nya.
4. Hubungan Etika
ini yang paling menohok dan jawaban yang selama ini aku cari.
Etika didefinisikan sebagai keadaan jiwa yang menentukan tindakan manusia. Sadarkah kamu ketika ternyata beberapa kali tindakan agresifmu adalah bekas memori masa kecilmu yang buruk. Hal itu hanya salah satu faktornya, kedua agresifitas dalam diri yang tak bisa dikendalikan ini juga sebab tidak sepenuhnya manusia mengenal dirinya, sebab ada istilah ketika anda mengenal diri anda, maka anda mengenal tuhan. Allah - lah yang Maha Tahu sepenuhnya atas cara kerja ciptaan-Nya. Jadi mengapa kita merasa sakit, gelisah, dsb perasaan negatif itu keluar dari aturan yang ditetapkan pembuat kita. Dari sini, intinya kita harus kembali pada Al - Quran. Memahami dan mengamalkan perintah Allah sesuai tuntutan Al - Quran agar watak baik kita muncul.
Namun secara ringkas, bisa dikatakan bahwa hubungan Tuhan dan manusia mengandaikan hubungan di mana manusia menjadikan Tuhan sebagai tujuan tertinggi manusia. Dalam kedudukan yang sejajar mencapai ridha Allah, manusia bersikap taat dengan menjalankan perintah sesuai kitab Al - Quran (sebab telah diberikannya akal pada manusia agar ia berpikir), sedangkan alam berjalan sesuai hukum - hukum Allah (sunatullah) yang sangat teratur. - Ahmad Sahidah, Ph.D
------
REFERENSI
Buku :
God, Man and Nature karangan Ahmad Sahidah
Hukum Langit karangan Abu Marlo
Youtube :
( Nouman Ali Khan | "Between the Lines" | #YC2015)
https://www.youtube.com/watch?v=qHRZADvSFfY
-------
Jadi yuk
1. Mulai jadikan Allah sebagai oreintasimu.
2. Mengkaji dan melaksanakan perintah di Al - quran.
3. Optimalkan potensi yang telah Allah berikan agar berimpact membawa perubahan berdasarkan nilai kebenaran dan keadilan (begitulah syukur dapat dibuktikan, selain juga harus melaksanakan poin 1,2,4)
-
4. sedekah dan berbuat baik pada bapak ibu kita.
Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan kita dalam menuntut ilmu, dan kemudian terus membimbing perwujutan ilmu tersebut menjadi tindakan ke arah perbaikan secara berkelanjutan, amiin.
Salam My Papper My Passport,
Teja
Ustad menuntun audience memahami tahap kebutuhan tertinggi yang nantinya adalah sebenar - benarnya tujuan diciptakan manusia, atau apa yang membuat manusia itu bukan sekedar bahagia, tapi juga sangat tenang dalam menjalani hidup ini dan selanjutnya. Di mulai dengan tahap pertama
1. Kebahagiaan yang udah pasti sangat mudah didapatkan manusia. Misalnya, kamu main ps, ngobrol ama temen, dan bisa belanja apa ngga bahagia? tentu bahagia, ya walaupun durasinya limited. Tapi kebahagiaan itu sangat mudah didapatkan di dunia ini.
2. Sampai tahap yang kedua yakni i wanna be COOL, di tahap ini bisa jadi seseorang akan kehilangan jati dirinya karena mengikuti trend yang butuh usaha lebih keras ketimbang sekedar merasakan sensi bahagia menjadi seseorang yang cool. Intinya ada masanya kamu bakalan capek diet, atau bahkan pake lipstik baju dan brand yang sangat ngga nyaman dipakai, ya agar diterima lah.
3. Popularitas, menjadi pusat perhatian.
4. Prestius, misal sekolah di UGM biar dapet status reputasi dan pengakuan dari orang lain.
5. Uang, kita udah ngga peduli poin 1-4 ditambah kapasitas tubuh yang penting kerja - kerja - kerja, uang adalah waktu, jadi bisa membeli segalahnya.
Dari poin 1 - 5 tentu membutuhkan perjuangan keras untuk mendapatkannya, namun jika kalian perhatikan kesemua poin itu merujuk pada faktor eksternal atau material saja. Nah, untuk tiga poin selanjutnya sampai yang tertinggi, akan berfokus pada dunia internal yang menentukan langkah seseorang mencapai ketenangan dan kebahagiaan sejatinya.
6. Excellent, orang tersebut ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, sehingga yang menjadi musuhnya adalah dirinya di hari kemarin. Mereka tidak ingin sekedar menjadi pekerja sosial yang handal, namun menjadi top manajer sosial di atas pekerja sosial handal pada umumnya.
7. Oreintasi pada pelayanan sosial, hidupku adalah untuk kebermanfaatan banyak orang atau orang lain. Tidak mau sukses sendiriian, contohnya adalah mandela dan gandhi.
8. PURSUIT the truth. Berani untuk bertindak dan membela kebenaran dan keadilan. Di sini ustad ingin menegaskan bahwa harusnya setiap manusia harus fokus dengan kinerja atau optimalisasi aktivitas yang ia kerjakan setiap hari sebgai bentuk ibadahnya pada Allah.
Jadi tujuan tertinggi manusia adalah Allah, kenapa? Sebab hanya Allah yang mampu melihat usaha kita sepenuhnya. Seluruh proses dalam peningkatan kualitas dirimu, Allah melihatnya, Allah mengawasinya, dan Allah mengapresiasinya, dimana manusia tidak bisa melakukan hal tersebut.
CERAMAH TEMA 2
Tema kedua soal doa, jadi sebelumnya aku memahami bahwa doa hanyalah pengobat hati, atau sugesti yang membantu otak manusia meakukan apapun sesuai doanya. Ternyata memang doa merupakan cara kita berkomunikasi dengan Allah. Meskipun doa kita didengar Allah, dan jawabannya akan kembali ke Al Quran, namun anda perlu ingat bahwa Allah tidak pernah berhenti mengurus makhluknya. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah melalui izin, kemudahan, dan pertolongannya yang kita ngga tau pasti kapan dan dimananaya.
MELENGKAPI PEMAHAMAN DENGAN BUKU
Informasi akan tujuan dan arah hidup ini makin lengkap setelah aku mencoba membaca buku God, Man, and Nature yang membahas hubungan ketiganya. Di mana digambarkan bahwa hubungan Allah, manusia, dan alam seperti segitiga, Allah menduduki puncak tertinggi sedangkan alam dan manusia mengalami derajat yang sama dalam mencapai ridhonya. Lebih jauh hubungan ketiganyadijelaskan melalui empat aspek berikut,
1. Hubungan Ontologi
Persoalan ini didasarkan pada pertanyaan Apa sumber wujudnya dunia ini?dan dari mana manusia berasal? Lagi - lagi kita harus kembali pada manual book manusia yakni Al - Quran bahwa Allah adalah sumber wujud itu sendiri. Allah-lah yang memberikan eksistensi dan wujud kepada manusia. Anugerah tersebut Allah tiupkan ke dalam tubuh manusia dengan bentuk ruh, yang mana ruh itu akan kembali pada sang pemilik sampai ditentukan ajal manusia tiba. Oleh karena itu, harusnya manusia bersyukur dengan senantiasa berlaku kebenaran dan keadilan agar mendapat ridha Allah. Sebab meskipun manusia diberikan kesempatan memilih, namun tidak sekalipun Allah lepas pengawasan terhadap makhluk ciptaan-Nya, ibarat Ayah yang bertanggung jawab membesarkan, mengurus, menuntun, dan bahkan menghukum atau memberi reward.
2. Hubungan Komunikatif
Mengutip kata ustad Nouman bahwa Allah sangat menunggu doa kita, sebab Ia selalu ingin berkomunikasi dengan kita. Nah, dalam berkomunikasi ini aturan main yang diterapkan Allah adalah hubungan interaktif. Artinya Allah memberikan kitab dan pertanda alam yang dapat dibaca manusia sebagai pesannya, maka tidak heran manusia dibekali akal untuk memahami hal tersebut. Kemudian dari peristiwa itu, manusia akan menemukan alasan bahwa memang sudah seharusnya ia bersukur terhadap banyaknya nikmat Allah yang benar - benar merimpah ruah dan harus dimanfaatkan. Jadi asalah kemampuan akal atau hati agar mampu berpikir jerih dan memunculkan respon positif yakni berupa syukur. Kalau kita sudah berhasil fokus menjalani hidup dengan rasa syukur, maka mungkin segala potensi kita akan termaksimalkan.
3. Hubungan Tuan-Hamba
Allah akan memperlakukan kita dengan adil sesuai dengan usaha dan etika kita. Jadi Allah bisa sangat lembut atau tegas atas usaha kita dalam menjalankan perintah-Nya.
4. Hubungan Etika
ini yang paling menohok dan jawaban yang selama ini aku cari.
Etika didefinisikan sebagai keadaan jiwa yang menentukan tindakan manusia. Sadarkah kamu ketika ternyata beberapa kali tindakan agresifmu adalah bekas memori masa kecilmu yang buruk. Hal itu hanya salah satu faktornya, kedua agresifitas dalam diri yang tak bisa dikendalikan ini juga sebab tidak sepenuhnya manusia mengenal dirinya, sebab ada istilah ketika anda mengenal diri anda, maka anda mengenal tuhan. Allah - lah yang Maha Tahu sepenuhnya atas cara kerja ciptaan-Nya. Jadi mengapa kita merasa sakit, gelisah, dsb perasaan negatif itu keluar dari aturan yang ditetapkan pembuat kita. Dari sini, intinya kita harus kembali pada Al - Quran. Memahami dan mengamalkan perintah Allah sesuai tuntutan Al - Quran agar watak baik kita muncul.
Namun secara ringkas, bisa dikatakan bahwa hubungan Tuhan dan manusia mengandaikan hubungan di mana manusia menjadikan Tuhan sebagai tujuan tertinggi manusia. Dalam kedudukan yang sejajar mencapai ridha Allah, manusia bersikap taat dengan menjalankan perintah sesuai kitab Al - Quran (sebab telah diberikannya akal pada manusia agar ia berpikir), sedangkan alam berjalan sesuai hukum - hukum Allah (sunatullah) yang sangat teratur. - Ahmad Sahidah, Ph.D
------
REFERENSI
Buku :
God, Man and Nature karangan Ahmad Sahidah
Hukum Langit karangan Abu Marlo
Youtube :
( Nouman Ali Khan | "Between the Lines" | #YC2015)
https://www.youtube.com/watch?v=qHRZADvSFfY
-------
Jadi yuk
1. Mulai jadikan Allah sebagai oreintasimu.
2. Mengkaji dan melaksanakan perintah di Al - quran.
3. Optimalkan potensi yang telah Allah berikan agar berimpact membawa perubahan berdasarkan nilai kebenaran dan keadilan (begitulah syukur dapat dibuktikan, selain juga harus melaksanakan poin 1,2,4)
-
4. sedekah dan berbuat baik pada bapak ibu kita.
Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan kita dalam menuntut ilmu, dan kemudian terus membimbing perwujutan ilmu tersebut menjadi tindakan ke arah perbaikan secara berkelanjutan, amiin.
Salam My Papper My Passport,
Teja

Komentar