Manusia Merdeka

Jadilah manusia merdeka agar tak kehilangan nilai kemanusiannya

Dewasa ini begitu banyak gerakan yang menyeruhkan nilai kemanusiaan dengan mengatasnamakan HAM sebagai dasar berjuang. Tetapi apakah kita sudah benar – benar memanusiakan diri, ketika menyuarahkan keadilan yang menjunjung anti deskriminasi?

Manusia naturalnya merdeka, kemudian seringkali konstruksi masyarakat disalahkan, sebab menguatkan tradisi irasional. Oleh sebab itu, kali ini aku ingin sharing, apa yang aku pikirkan atau pahami tentang manusia merdeka itu sendiri?

Di mulai dari kata manusia ya, apa itu manusia? Kenapa dia diciptakan? Apa yang seringkali dicarinya?

Manusia adalah binatang berakal. Bersama akalnya, manusia merangkai kreativitas yang bisa mengatasi kekurangannya, makanya ia tetap diberi predikat makhluk sempurna. Dari proses akal pula, manusia mendapatkan kesadaran bahwa dirinya adalah manusia dengan pembahasaan sesuka tafsirnya.

Jadi kalau menjawab tujuan manusia diciptakan, ya akhirnya bisa kembali ke sudut pandang masing – masing. Pilihan tersebutlah yang semakin menguatkan argumen bahwa naturalnya manusia merdeka, hanya saja jalan untuk menjaga kehidupan masing – masing, ditempuh berbeda. Beberapa keyakinan ada yang mempercayai bahwa manusia adalah pemimpin bumi, ada juga yang berkayinan reproduksi menjadi alasan utama diciptakan manusia.

Dari situlah, kebenaran manusia selalu relatif, sehingga agar jawaban pertanyaan tersebut terpecahkan. Baiknya kita melangkah ke pertanyaan selanjutnya. Apa yang seringkali dicari manusia? Menurut kalian apa? Harta, tahta, kepintaran, atau kesuksesan lain yang relatif? Tapi dari semua itu, kira – kira kalian menemukan benang merahnya kah?

Jika aku bilang bahwa dasar manusia melakukan itu semua adalah untuk mencari kebahagiaan, sehingga terhindar dari segala bencana, setujukah kalian?

Manusia berusaha sekuat mungkin agar merdeka dari kebodohan dan kemiskinan, sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan. Sayangnya ada efek samping dari kekayaan atau apapun yang diciptakan materi, tahukah kamu apa itu?

Ketergantungan, manusia menggantungkan diri pada uang supaya merdeka dari kemiskinan atau penindasan. Tapi apakah itu esensi manusia merdeka yang sesungguhnya? Bagaimana jika uangnya habis dan ia semakin menua, sehingga siapa lagi yang ia gantungkan untuk mencapai kemerdekaan yang diinginkannya?

Dari poin ini, aku ingin bertanya kembali, lantas benarkah manusia merdeka? Sebab kemerdekaan memiliki standart tidak bergantung atau mandiri dari segala apapun yang menjadi penompang. P A R A D O X.


Titik Balik Nilai Dasar Perjuangan

Seringkali manusia terperangkap oleh hasil pikir yang diyakini. Padahal ia memahami bahwa segala sesuatu yang mereka hasilkan selalu relatif. Dari situlah, untuk menjadi manusia merdeka yang tak kehilangan nilai kemanusiaannya ada beberapa poin yang menurutku penting untuk dipahami.
1.      Dasar kepercayaan yang benar

Nah benar sendiri menurut manusia adalah relatif, makanya ilmu pengetahuan sifatnya kumulatif. Bisa jadi rumus x masih komperhensive digunakan tahun 1970, tapi bisa jadi tidak di tahun 2018. Kemudian, apakah itu berarti tidak ada kebenaran mutlak? Jujur pengetahuanku mungkin belum nyampe, buat kamu yang mempercayai kebenaran mutlak lain, selain eksistensi Tuhan. Misalkan ya yang mutlak itu usaha manusia dsb. Tapi bukan berarti yang ber Tuhan tidak berusaha ya, jadi yang membedakan akhirnya oreintasi. Maksudnya? Orang yang berTuhan akan mengupayakan atau mengoreintasikan segala yang dilakukannya semata – mata untuk mencari Ridho atau ACC Tuhannya, sehingga pertimbanagannya ngga cuman keuntungan atau kebahagiaan dirinya yang fana, karena sewaktu – waktu bisa mati.

2.      Dengan ber-Tuhan, manusia merdeka sebab belajar iklas

Iklas berarti murni, makanya ketika Tuhan dijadikan satu – satunya penolong dan harapan, jadi ketika melakukan apapun jatuhnya ngga depresi ataupun stress. Fokusnya ya melakukan dan menebar kebaikan yang benar. Sayangnya untuk menjadi orang benar di era ini pasti sangat sulit. Sebab semua serba uang dijadikan penolong.


3.      Makanya harus menuntut ilmu dan fokus berprogres, supaya poin kedua tercapai. Asasnya keadilan sosial.

Komentar

Postingan Populer