Berawal Dari Kegelisahan, Impian, Kemudian Pelayanan Inspired By Jack Ma

Beberapa waktu yang lalu, aku juga sempet atau mungkin sering menulis tentang Jack Ma. Tapi tentunya setiap tulisan memiliki pengalaman refleksi yang berbeda. Maksudnya, mungkin jika pertemuan sebelumnya, tulisanku berfokus untuk sekedar mencatat poin penting. Kali ini, aku bermaksud untuk menghibur sekaligus menyemangati kita yang mungkin sedang bingung, gelisah, atau abstrak tentang masa depan, apalagi sedang mengalami quarter life crisis.

Beberapa waktu lalu (periode ke-2), aku sering bertanya, akan jadi apa aku di masa depan? Apa identitasku? Di mana keberpihakanku? Sukseskah aku membalas kebaikan orang tuaku? Sehingga untuk mengawali tulisan ini pun sepertinya sulit. Oleh karena itu, aku akan mulai dari Tips Tolak Miskin ala Jack Ma

“Apapun yang dihadapi seseorang, entah itu kegagalan atau suatu keberhasilan, sebenarnya sudah menjadi pengalaman untuk menuju sukses. Saya harus melakukan hal ini sebaik-baiknya.

Jadi tak seberharganya kamu atau sebodoh apapun dirimu, maksimalkan apa yang membuatmu bahagia misalnya hobi menjadi peluang usaha kesuksesanmu. Kenapa aku memilih hobi, sebab hobi adalah sesuatu yang kita lakukan atas dasar kebahagiaan, tetapi juga mendatangkan manfaat.

Okey balik ke tips nya Jack Ma, Jadi setidaknya ada tiga trik:

1.      Cepat Bertindak atau Merespon Sesuatu

Berpikirlah visioner bukan overthinking, ambil semua kesempatan dengan percaya diri, sehingga kalahkan rasa takut atau cemas dengan memperkaya ilmu pengetahuan. Jika tidak eksperimen sekarang, lantas dari mana kamu akan belajar.

2.      Daya Juang yang Tinggi

Berambisilah untuk fokus melakukan yang terbaik, apapun aktivitas saat ini yang kamu anggap kebenaran. Totalitas, tak peduli kurang tidur bangun awal, hidup seimbang. Jagalah api dengan ambisimu.

3.      Fokus Untuk Terus Berjuang

Jagalah mimpimu atau apa yang menjadi pilihan positif mu. Kita ngga perna tahu di tangga mana keberhasilan itu, bisa jadi tingga satu atau tiga langkah, jika kita memutuskan berhenti atau menyerah, maka artinya kita gagal.

Contoh nyatanya dimulai dari aku sendiri yang memutuskan untuk fokus intensif nulis. Maka aku harus berkomitmen dan fokus melakukan apa yang menjadi pilihanku. Jika tidak berjalan lancar, berhenti sebentar dan cari jalan alternatif lain. Misalnya tadi harusnya aku mereview buku A, malah aku pilih buku Jack Ma. Tetapi satu hal yang patut diapresiasi, aku menjalankan pilihanku (artinya aku menghargai keputusanku juga).


Jack Ma Memilih Menjadi Manusia

Jika sekarang kita merasa tidak akan memiliki masa depan cerah, begitupun dengan Jack Ma. Ia tidak pernah bermimpi bahkan berpikir menjadi orang super kaya di dunia. Ia sadar diri bahwa datang dari keluarga yang tidak berkecukupan. Lalu apa yang membedakan Jack Ma dengan orang miskin lainnya?

Fokusnya untuk tetap menghargai dirinya sebagai seorang manusia. Aku tidak tahu mengapa ia memilih berimpian menjadi pemandu wisata, sehingga menghantarkannya untuk gigih belajar bahasa inggris. Namun dari peristiwa tersebut yang bisa diambil adalah Jack Ma membuktikan bahwa dirinya merupakan manusia. Ngomong apasih dari tadi manusia mulu yang dibahas?

Manusia dianugerakan akal oleh alam semesta. Dengan akal seseorang mampu memilih arah hidupnya, untuk merdeka atau tetap terkungkung dalam alasan keterbatasan. Jadi akal membantu manusia berkreatifitas, mengelolah gagasan, dan mencari jalan tengah. Hanya saja akal membutuhkan sikap pemiliknya, agar potensinya teroptimalkan secara positif atau tepat.


Sikap yang Sejauh Ini Terpahami Menjaga Kemanusiaan Jack Ma

1.      Berangkat Dari Kegelisahan dan Realitas

Kesuksesan Alibaba menurut Jack Ma dikarenakan fokus pada pelayanan masyarakat atau konsumen. Ia melihat realitas (kenyataan yang sesungguhnya) secara jernih dengan hati nurani. Produknya hadir sebagai solusi permasalahan publik. Maknya perusahaannya bernama Alibaba yang digambarkan sebagai seseorang yang cerdas atau banyak akal.

2.      Integritas Sebagai Nilai Hidup yang Tetap Dijaga

Integritas berarti jujur, mendapat kebenaran dengan cara yang benar. Ide gila Jack Ma tidak berarti menjadikan ia gila menembus ketidaksesuaian hati demi sebuah profit. Menghargai Proses yang Tak Pernah Menghianati Hasil.

3.      Belajar Dari Berbagai Sumber

Kemampuan membaca realitas, tetap menjaga kebermaknaan atau idealitas seorang Jack Ma, dan terus berproges tidak lepas dari kemampuan sebagai pembelajar. Ia belajar dari media apapun (misal buku dan film) dan siapapun. Lebih jauh, mau untuk mendengar kemudian bereksperimen mencoba. Sebab Jack Ma memahami keberlangsungan kepercayaan diri, kemampuan menghadapi penolakan, dan ambisi untuk terus berjuang, hanya bisa hadir melalui proses dan kemauan untuk belajar. Terus belajar, lalu terus belajar hal baru.

4.      Setara

Ia memahami sebagai manusia, ia memiliki tanggung jawab sosial. Kita adalah teladan bagi selainnya, sehingga ikutlah bekerja (ber)sama.

5.      Bijaksana

Konsep ini yang sangat terngiang ketika aku memimpin kesuksesan Wara Wiri Simultan. Di mana aku tidak peduli siapapun beralasan bisa atau tidak. Aku hanya berfokus pada teman – teman yang siap bekerja, sehingga aku mendorong mereka untuk tetap fokus kerja sama. Menurut Jack Ma kita tidak memerlukan orang yang pandai, namun cukup seorang yang totalitas mengerjakan hal yang dibutuhkan. Kemudian libatkan mereka, menempatkan mereka seperti teranggap.

6.      Bahagia Atau Iklas

Semua orang bekerja untuk saling membantu bukan mencari uang, sehingga pantang mengeluh.


Manusia sejatinya komunal, begitupun Jack Ma yang bergerak bersama bukan sendirian. Ia mengeksekusi ide gila tidak berhenti pada diskusi, tapi aksi kalaborasi.


Hanya memiliki ide – ide bagus di kepala tidaklah cukup. Anda harus mampu mewujudkan dalam tindakan, mengambil inisiatif, menjadi mandiri- Jack Ma

Komentar

Postingan Populer