role model (model gulung)

Pentingnya Role Model (Untukku , Veni, dan Gita Savitri)
Beberapa hari yang lalu aku nemuin kalimat di catetan harianku yang membuatku sadar. Ternyata selama ini, sebenernya diriku udah sadar kalu cita –cita karirku adalah ahli di bidang manejerial dan kepenulisan. Tapi kenyataannya beberapa waktu lalu aku melupakannya. Kemudian melakukan beberapa indentifikasi minat diri (lagi) yang hasilnya nggak jauh beda. Padahal sebenarnya alasan terbesar aku ngelakuin identifikasi diri saat itu adalah menghilangkan ketakutan akan masa depanku.
Sampai aku ketemu gita savitri yaitu salah satu blogger dan vloger (kalian bisa cek blognya : gitasav.com) yang beberapa kalimatnya membuat aku sadar untuk mengenali rasa takut dan rendah diriku. Saking takutnya, aku selalu membuat planning dan menyalahkan diriku. Padahal sebenarnya potensi besar banget. Serta pembelajaran dari dunia itukan hanya bisa diambil jika kita mencoba belajar sesuatu yang baru atau dari kesalahan sebelumnya. Selain itu, aku membuktikan kebenaran dari pernyataan  orang lain, bahwa motivator atau role model itu emang perlu dalam menjalani hidup. Kalu mengutip salah satu konten blog, role model yang kita figurkan setidaknya bisa menjadi standart kita untuk mencontoh effortnya saat mencapai kesuksesannya. Tanpa memaksakan diri atau minat yang harus sama. Sesuai standart intitusi sosial. Misalnya stereotyp kalu jurusan kedokteran itu satu- satunya yang bisa membawa kesuksesan seorang manusia di Indonesia.

Dari tulisan gita, aku juga termotivasi untuk terus nulis. Makanya walupun aku bikin blog yang mungkin belum menginspirasi banyak orang. Setidaknya, aku nggak akan menyimpan informasi penting sendirian. Selain itu, aku juga menghargai pilihanku untuk terus nulis. Semoga di masa depan, aku bisa melaunching bukuku sendiri. Kemudian mempromosikannya ke seluruh penjuru dunia. Amiin. Dari situ juga aku mengingat apa yang mentor SMA ku bilang (namanya mb yuyun) kalau amal jariyah itu bukan hanya datang dari anak yang sholeh. Tetapi ilmu yang bermanfaat, artinya ketika kita menuntut ilmu, kita mampu mengaplikasikannya dengan ikut berkontribusi menyelesaikan masalah masyarakat dan negara. Kalu belum bisa, setidaknya sedekah informasi, jadi bukan sekedar uang  yang juga mungkin bisa membantu manusia lain mempertahankan hidupnya. Mengutip  apa yang kupelajari dari ibuku dan drama manager kim or good doctor. Bahwa pendidikan atau ilmu pengetahuan juga membantu  kita berperilaku dan membuat strategi untuk membalas keburukan orang lain dengan cara hidup di dalam kebaikan. Jadi intinya tidak membalas dendam.


Selain itu, dari gita aku juga mulai aware untuk investasi masa depanku. Karena selama ini aku cuek banget dalam menjaga diriku. Tak lupa, hari ini aku bersyukur lolos tahap awal divisi publikasi penelitian tentang asia tenggara UGM. Walaupun belum bisa datang, tapi aku berdoa semoga Allah memberikan kesempatan yang lebih banyak untukku di masa depan agar bisa diterima magang di tempat lain selama studi  S1. Ngomongin tentang kegiatan berdoa. Aku juga keingetan Veni Ayu Kartika salah satu orang terbaikku. Karena dia selalu percaya dengan keyakinan mimpinya dan tidak lupa caring-in aku. Meskipun  kebanyakan aku tidak membalas kebaikannya. Tapi semoga apa yang dicita – citakan sahabatku veni bisa diperlancar dan terlaksana, termasuk membahagiakan orang tuanya. Dia juga salah satu orang yang mendukung kegiatan menulisku. Maafkan aku Veni, yang selama ini hanya peduli dengan diriku sendiri. So I hope everyday gradually be better than before. STMPPKKSGMGKSDKHUT2018.MPMP. Salam My Papper My Passport.

Komentar

Postingan Populer