Antroscopy #bukan sekedar cerita
Hallo, bagi yang baru gabung,
perkenalkan aku teja.
Kali ini aku mau nge share tentang
pengalamanku jalanin antroscopy. Mungkin udah banyak ulasan tentang operasi
antro, tp karena info yang menurutku
penting tapi belum banyak diulas, yang membuatku memutuskan menulis ini. Buat info aja karena aku tipe orang yang
membutuhkan informasi yang lengkap hingga teknisnya untuk persiapan secara
mental saat operasi. Makanya disini aku bahas lengkap banget, dari sudut
pandangku.
Sekaligus membayar tulisan yang ingin aku
tulis, setelah kecelakaan yang membuat orang tua ku mengeluarkan hampir 6 juta
untuk berobat setelah kondisi kecelakaan itu. Padahal bias ditanggung negara dan universitasku. Makanya bagi temen-temen jaga badan dan tetap berhati-hati ya.
Kalu, bisa ngurus jasa raharja mending diurus. Karena BPJS bukan untuk
kecelakaan. Atau ketika kecelakaan kalu bisa ada diskusi yang proposional,
jangan sampai orang yang salah, kamu biarkan tidak bertanggung jawab dan harus
tetap kritis, artinya jangan hanya menerima/mengiklaskan tanpa pertanggung
jawaban. Begitu pengalamanku berbicara, terus pesen lagi gpp ya, tetaplah stay
positive/berbaik sangka pada Allah, ingat semua hanya titipan. Karena hikma
dari kejadian ini, aku sadar emang yang terbesar harus kita ingat ya itu.
Takdir itu yang menentukan usaha kita dan pertolongan Allah di dalam usaha
kita, tp kita nggak tahu kapan dan dimana Allah menolong.
Ok LETS GO?!!
Pertama , mungkin banyak yang udah
ngulas kalu antroscopy itu adalah cara mendiagnosa apakah ligament atau sendi
kita itu putus atau enggak. Lah, jangan salah kaprah ya, emang bener kalu
operasi antroscopy itu Cuma 20 -60 menit, maksimal 2 jam, tapi itu Cuma untuk
masukin kamera agar dapat melihat sendi kamu kondisinya normal atau robek. Kalu
robek, berarti harus rekonstruksi selama 2-3 jam. Jadi total antroscopy dan
rekonstruksi itu maksimal 3-5 jam
Oh ya pasti ada pertanyaan kenapa
bisa putus dan tandanya apa?
Walaupun juga udah banyak yang
ngulas, tanda rupture/sendi sobek itu ada bunyi krek ketika menekuk lalu
meluruskan lutut dan sebaliknya, kaki bengkak, dan bentuk lutut agak
lebar/panjang dari lutut yang normal. Kalu kalian ngalamin hal itu, menurutku
perlu dites melalui naik tangga. Kalu kamu naik tangga tanpa rasa sakit di
lutut walaupun kamu ngalamin bengkak/bunyi krek, insyaAllah ligamenmu yang
dalam/intra nggak kenapa2 karena operasi penggantian ligament hanya
diperlukan bagi acl/pcl yang rupture/sobek. Kalu LCL/MCL mu yang sobek maka
tindakannya nggak sampe operasi. Cuma harus istirahat misalnya jalannya
sementara waktu 1-6 minggu pake kruk, kasih perban lentur selama aktifitas, dan
dikasih es untuk menghilangkan bengkak.
Lanjut ya ke proses pra-pasca
operasi
· 1. Sebelum operasi
baiknya siapin selimut, rok atau sarung, celana pendek , baju yang besar biar
gampang saat terkena infuse, plastic/kresek yang agak besar, dan tisu basa/tisu
biasa dan handsaitaiser. Kalu punya kruk mending juga dibawa sekalian.
· 2. Hari pertama
masuk rumah sakit, kondisinya sudah sore , jadi aku belum diapa2in, Cuma harus
pusa jam 10 malem. Karena operasinya jam 10. Jadi kalu ada yang bilang puasa
sebelum operasi 6-8 jam, kenyataannya 12-24 jam.
· 3. Baru besoknya
pas hari operasi jam 06.30, aku di
infuse, tips klu kamu takut darah dan jarum, minta diinfusnya tangan kanan aj,
daripada kena jarum kiri kanan, karena nggak kuat menggenggam.
· 4. Jam 09.00
suster datang menjemput untuk operasi,
· 5. Masuk ruang
tunggu operasi, tipsku kamu harus ingat kamu dibius setengah/lokal atau
umum/sampai nggak sadar. Ruang
tunggu itu, kondisi kita udah tiduran
tapi masih nunggu masuk ruang operasi.
· 6. Masuk ruang
operasi, pertama yang dilakukan ditempeli elektroda , penjepit tangan untuk
ngukur nadi, alat yang ngetes tinggi tekanan darah, dan oksigen. Kedua, bius
dengan menyuntikkan punggung bagian tengah,posisi kita harus seperti orang
kedinginan/miring ke kiri kepala harus nunduk banget, gitu deh, sakit itu
pasti. Tapi setelah itu nggak kerasa apapun, sampe nggak sadar kalu kakiku juga
di infuse. Aku fikir infuse di sebelah dokter itu nggak ditancepin di kakiku.
·
Baru masuk
mulai proses antroscopy, dimasukin kamera, lalu dokter akan nunjukin, bagian
ligamenmu di layar pas depan tempat kamu operasi.
· 7.Kalu ternyata
hasilnya bagus, cukup 20 menit operasi, setelah itu lukanya di jahit dan
ditutup perban. Setelah itu nunggu anestesi hilang 2-3 jam, rasanya kayak kulit
kita silicon dan sulit napas banget wkwk karena kedinginan. Setelah itu, aku
nggak boleh bangun dari tempat tidur sampe jam 10 malem lagi. Walaupun akhirnya
jam 8 malem aku mutusin untuk bangun, karena nggak tahan ingin buang air kecil.
Tapi aku nggak ke kamar mandi, dibantu ibu, pake media plastic dan aku berdiri.
· 8.Setelah operasi
kamu akan disuntik antibiotic min 4 kali lewat infuse jadi nggak terasa sakit
dikulit, Cuma agak panas/dingin dan perih di dalam, sakitnya nggak terlalu
kayak disuntik langsung. Jadi ekspektasimu pulang dari rumah sakit itu 1-2 hari
setelah operasi.
· 9.Pulang ke rumah
1 hari setelah operasi, masih paki kruk, meskipun udah boleh jalan karena
Alhamdulillah acl dan pcl ku normal, dari hal itu aku bener-bener minta maaf
sama Allah, karena aku perna tidak bersyukur dan menyalakan-Nya atas kejadian
diagnose MRI kalu acl ku rupture padahal enggak,
·
Di rumah sakit
aku nggak ngerasa sakit, tapi setelah tidur di rumah, lumayan banget. Semoga
keadaanku semakin membaiik, control 5 hari setelah operasi. Selesai.
Fakta yang mungkin bisa jadi
pertimbangan agar kamu berhati – hati dan minta pertanggung jawaban orang yang
nabrak kamu.
1.
Kamu adalah
orang yang paling tahu tubuhmu atau apapun yang dirasakan tubuhmu. Jadi setelah
kecelakaan, kamu lukanya diluar terlihat ringan, tapi kakimu bengkak dan sakit,
mending rontgen. Walaupun dokter bilang gpp dan berkata itu hanya kehawatiran
kita. Makanya harus kritis, kejadian di aku ternyata aku fraktur yang mengancam
LCL ku yang menghubungkan tulang bisa jadi putus. Harga rontgen kaki kiri aja
sekitar 110 rb.
Dan butuh 1-2
bulan digips dan mengkonsumsi obat osteoporosis jika terjadi rupture. Aku habis
1,6 juta untuk hal itu.
2.
Perbaikan
sepeda motor total rusak itu 1,4 juta, ditambah kerugian lain, sepeda kalian
bisa lebih pendek, jadi kalu ada polisi tidur selalu ada benturan, itu nggak
nyaman. Jadi kalu mau bodypress selama 3 hari sepeda di bengkel, harganya
300-500 rb, tergantung sikon.
3.
Setelah buka
gips, kakiku masih ngerasa nggak nyaman, akhirnya aku dianjurin dokter
MRI,karena lututku masih nggak lurus total, padahal udah 1 bulan digips. Harga
MRI itu 1,9 juta. Jika hasilnya rupture, tp kamu naik tangga masih ok/nggak
sakit, maka kamu masih normal/ bisa jadi kamu nggak rupture.
4.
Harga
konsultasi dokter dan jasa rumah sakit itu 120 ribu. Jadi tanpa obat, mahal kan
,makanya hati-hati, tapi fakta uniknya kebijakan rumah sakit itu breda, aku di
RSAL , konsultasi spesalis hanya 45 ribu termasuk jasa rumah sakit. Padahal di
Panti Rapih 75 rb dokter dan 45 ribu jasa rumah sakit. Sedangkan antroscopy aja
32-50 juta ke atas, belum termasuk rekonstruksi.
5.
Jadi perlu
untuk mengurus kepindahan faskes 1 BPJS karena tanggungan dari orang tua itu
hanya sampai 21-23 tahun dan hanya dapat digunakan dikota asalmu aja.Kalu
kuliah di luar kota, surat keterangan tinggal sementaranya harus diurus, karena
juga berguna buat BPJS. Karena belum ngambil ijazah SMA jadi aku belum ngurus kartu tanda mahasiswa jadi
aku nggak bisa menggunakan fasilitas kampus untuk mengganti biaya
perobatanku+perbaikan sepeda motor. Kebijakan kampusku ,memperbolekan mengganti
biaya kesehatan mahasiswa beberapa persen. Diambil dari uang UKT kita.
Oleh karena
itu,kita harus tetep rasional dan usaha dalam prasangka baik.Semoga
bermanfaat. Salam My papper My Passport.
Makasih buat Ibu dan Mb yuli yang udah keren banget dampingin aku, dan
bertanggung jawab atas diriku. Keren.
Komentar