Tidak Berhenti di Pikiran
Hari ini 28
Febuari 2018, setelah mengembalikan buku di perpus, tiba – tiba aku berpikir di
lorong antar buku. Bagaimana aku bisa jadi pemimpin yang amanah, bangun pagi
dan mengalahkan rasa malasku aja belum mampu? Hingga aku ketemu dengan buku
karya Minderop. Ya ini seri kedua dari tulisan sebelumnya.
Balik kulanjutin ya, jadi setelah ketemu buku itu, akhirnya aku paham kenapa
Alibaba bisa maju, termasuk Amerika sendiri yang tak bertuhan. Sebab ada
keseimbangan yang mereka jalankan, jadi tidak berhenti dipikaran.
Ngga usa
bingung, kamu ingin sukses? Lantas bagaimana konsep takdirmu? Kenapa tanya soal
takdir, karena keyakinan adalah pangkal keberhasilan dan arah tindakan.
Kukembalikan pada apa yang sudah menjadi keyakinanmu. Tetapi aku memahami bahwa
keyakinan soal Takdir (itu ditentukan usaha manusia, dan didalam prosesnya ada
bantuan Tuhan yang tidak tahu kepastian kapan dan dimana, serta ada aturan
tuhan yang dikehendaki. Jadi manusia diberikan kemerdekaan memanfaatkan
fasilitas yang Tuhan berikan, atas atau tanpa petunjuknya, karena yang pasti
adalah izin-Nya) adalah kebenaran.
Nah, maka
dari itu oreintasiku harus berbeda dengan orang barat pada umumnya. Segala
tindakanku harus diupayakan untuk mencari kebahagiaan sejati atau acc Tuhan,
bukan pada kepuasan dunia yang fana. Tapi bukan berarti oreintasi yang tetap
membuat metode akhirnya tertutup. Tentu itu tidaklah benar, semua upaya dan
pemikiran harus terbuka, karena pembaharuan bisa dari dan dengan apa saja.
Hanya saja, ada pertimbangan memerolehnya dengan cara yang benar, tidak dengan
menindas yang lain. Jadi Pragmatis atau Moderat, jawabanku kosmopolitan yang
progresif. Kenapa tidak moderat, sebab ada nilai tauhid yang harus dijalankan,
jadi di tengah kadang tak menyelesaikan masalah.
Lantas
bagaimana menjadi pribadi yang unggul, solutif, dan dekat dengan realitas. Maka
dari baca buku Minderop setidaknya ada beberapa perilaku yang kupahami yang
harus dilakukan agar dapat menjawab pertanyaan sebelumnya.
1. Bahgialah
setiap momen
2. Nikmatilah
pengalaman yang beragam, sekalian belajar komunikasi dan negosiasi
3. Belajarlah
dari manapun. Karena aktuaisasi diri secara progresif itu penting banget
4. Rendah hati
tapi cerdas
5. Percaya
diri dan segera bangkit, berani jemput bola, Manusia Aktif
6. Bekerja
totalitas
Ada alasan
ingin selalu mengingat ini, jadi aku kutip kebijakan yang dianut Ronald Reagan
yang sudah mampu menjadi Santri Amerika (pragmatis tapi religius, aneh bukan?)
1. Kekuatan
itu tidaklah cukup dibutuhkan negosiasi untuk mencapai perdamaian
2. Pendidikan
atau intelegensia
3. Realisme
(tunggu tulisan selanjutnya)
4. Kerjasama
atau tanggung jawab sosial
5. Pertumbuhan
ekonomi (tunggu tulisan selanjutnya)
Sumber
Minderop,
Albertine.2006.Pragmatisme: Sikap Hidup dan Prinsip Politik Luar Negeri Amerika.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Komentar