KKP Modal Idealnya Mahasiswa (UGM) Berkarya Global
KKP Modal Idealnya
Mahasiswa (UGM) Berkarya Global
Beberapa waktu yang
lalu,saya menyempatkan diri untuk mencari video tentang diskusi maupun debat
yang melibatkan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada.Jika Anda bertanya,mengapa
saya mencari hal tersebut.Itu karena saya sangat tertarik pada hal tersebut
selain mencari inspirasi,tetapi bukan hal tersebutlah yang hendak saya
bahas,melainkan ketika proses pencarian tersebut,saya menemukan video yang mana
berisi pidato dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke-29 Anies Rasyid
Baswedan,Ph.D. yang sangat menggugah dan menyulut semangat saya.Dimana ketika
itu beliau menjadi salah satu pembicara dalam acara PPSMB Universitas Gadjah
Mada tahun 2014.Dalam pidatonya Beliau menyampaikan bahwa seluruh
mahasiswa yang diterima
di UGM merupakan mahasiswa terpilih di universitas terbaik se-Indonesia,sehingga
mahasiswa UGM harus menggunakan kesempatan pengembangan diri yang ada di UGM
secara optimal,bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi,melainkan untuk
Indonesia karena mahasiswa UGM merupakan bagian dari Indonesia dan sangatlah besar
harapan Indonesia di pundak mahasiswa.
Untuk mempertegas hal
tersebut,Beliau mengibaratkan Universitas Gadjah Mada adalah kolam renang dan
dunia setelah perkuliahan adalah samudra yang penuh dengan ombak besar.Dimana agar
tidak terseret arus, Anda (Pembaca atau Mahasiswa) perlu memiliki kemampuan
berenang yang andal dengan situasi tidak adanya media pembantu dalam mengarungi
samudra ataupun kolam renang.Ada dua pilihan tempat untuk belajar
berenang,langsung di samudra yang penuh dengan ombak besar atau memilih
berlatih di kolam renang yang relatif lebih aman dan stabil.Sehingga harusnya
pilihan jatuh kepada kolam renang.Oleh karena itu,Beliau menyampaikan betapa pentingnya
target aktivitas selama masa perkuliahan.Langkah selanjutnya mahasiswa haruslah
menguasai bahasa internasional bukan bahasa asing yang memiliki makna tidak
dapat dimengerti.Pernyataan tersebut,semakin menyengat dan menyadarkan
saya,bahwasanya mahasiswa ataupun saya bukan hanya menjadi bagian Indonesia
melainkan dunia global,sehingga kontribusi tidak boleh behenti di kanca
nasional melainkan internasional dengan karya di bidang manapun sesuai
kemampuan masing-masing individu.
Hal tersebut,mengenai
bahwa semua elemen masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa juga merupakan
bagian masyarakat global,sangat sejalan dengan tujuan hadirnya Universitas
Gadjah Mada yang ingin terlibat dalam pelayananan kontribusi global dengan
menjadikan pusat layanan global yang mengedepankan penelitian.Spesifiknya,Universitas
Gadjah Mada ingin hadir sebagai universitas yang berbasis riset kelas dunia
dengan identitas kerakyatan dan berakar pada sosio-budaya Indonesia dengan
pembelajaran berbasis riset dan aktif dalam pengabdian masyarakat serta menjadi
universitas yang mandiri dan bertata kelola baik (Good University Governance) yang semakin mempertegas jati diri
Universitas Gadjah Mada,sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 67
Tahun 2013 Bab II Pasal 8 yaitu sebagai Universitas Nasional dimana UGM
berpartisipasi aktif dalam mengembangkan wawasan dan semangat kebangsaan Negara
Kesatuan Republik Indonesia serta persatuan berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika;Universitas Perjuangan yang sesuai dengan
berdirinya UGM diatas perjuangan Rakyat Indonesia dalam melawan imperialisme
yang bertepatan pula dengan momentum tentara Belanda datang menyerang Indonesia
kembali;Universitas Pancasila dengan harapan bahwa UGM merupakan tempat
mengaktualisasikan penerapan nilai pancasila sebagai dasar Republik Indonesia
dalam kehidupan keseharian;Universitas Kerakyatan yang selalu mengedepankan
kepentingan dan selalu berada pada sisi masyarakat dalam bentuk pengabdian
melalui pengajaran atau penelitian maupun pembuatan kebijakan sesuai prinsip
aksestabilitas,kesetaraan,dan Tri Dharma Perguruan Tinggi;serta menjadi
Universitas Pusat Kebudayaan yaitu harapan bahwa universitas dapat secara konsisten
menerapkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada mahasiswa supaya terbentuk rasa
bertanggung jawab atas kesejahteraan Indonesia maupun dunia.
Lantas dengan kesadaran
untuk berkontribusi secara nasional dan internasional serta kesiapan
Universitas Gadjah Mada sebagai media pengaktualisasi diri bagi setiap
masyarakatnya,apakah Kita sebagai masyarakat UGM dapat berhenti sampai disini
tanpa adanya persiapan dan strategi kedepan mengenai kemampuan apa yang bisa
dioptimalkan hingga menjadikan Kita ahli atas nama problem solving in society di bidang apapun dalam memaksimalkan fungsi
media yang tersedia.Tentu saja tidak berhenti sampai disitu,perlu adanya
kesiapan dari masing – masing individu dalam menghadapi situasi luar dengan
memiliki sikap dan teknik penanganan yang tepat.Karena hakikatnya manusia
adalah subjek penggerak dan benda tetaplah objek yang butuh digerakan walau
secanggih apapun,sehingga jangan jadikan diri Kita sebagai objek yang
senantiasa menerima.Tentukan sikap dengan persiapan dan pengembangan diri.
Berkaitan dengan
menentukan sikap yang tepat dengan kondisi persaingan global,hendaknya di awal
Kita mengetahui terlebih dahulu kompetensi apa saja yang harus dibangun dan
dijalankan.Menurut Prof.Dr.Arief Rachman,M.Pd. sebagai seorang praktisi
pendidikan sekaligus kakak pembina AFS masa Pak Anies Baswedan mendapatkan
kesempatan beasiswa satu tahun ke Amerika Serikat serta ada suatu kalimat yang
sangat menginspirasi yang betul-betul sama pada setiap kata yang mereka utarakan.Anda
dapat menyimpulkan sendiri mengapa setiap kata dapat sama persis.Mereka
menyatakan bahwa harusnya seorang pengajar itu bukan hanya mengajar
menyampaikan materi namun harus menginspirasi dan menyengat setiap individu
yang diajar untuk melakukan perubahan atau transformasi positif.Kembali pada
pendapat Pak Arief bahwa untuk mengatasi kondisi persaingan global yang pertama
perlu adanya peningkatan kompetensi personal yang diindikasi dengan kesadaran
dan kemampuan menghormati perbedaan nilai yang berkembang.Kedua,peningkatan
kemampuan interpersonal yang dapat diindikasi dengan kesadaran terkait kekuatan
dan kelemahan dalam berinteraksi.Ketiga,pengembangan kompetensi interkultural
yakni memahami konsep dasar budaya seperti Culture
Relativism (terdapat persamaan antar budaya),Culture Diversity (adanya beragam budaya),Deep Cultural (pemahaman bahwa budaya mengakar hingga pada perilaku
keseharian),serta mampu mengatasi Cultural
Shock sehingga kecerdasan lintas budayapun terbangun.Keempat,kemampuan
global yakni sadar dan berperan dalam penanganan isu global (Umar
Komarudin,2015,bab 3).
Memiliki keempat
kompetensi yang disebutkan Pak Arief tidaklah Abracadabra langsung terbentuk,tentulah butuh proses.Sehingga
membentuk atau meningkatkan kompetensi tersebut perlu adanya kemauan dan
senantiasa memegang sikap unggul keterpelajaran terdidik yaitu selalu bersikap Curiousity (selalu bersemangat
mengetahui sesuatu secara luas dan mendalam serta selalu ingin mengembangkan
diri),Integrity (setia pada ilmu
pengetahuan atau senantiasa berkembang dan bertindak sesuai dengan norma ilmu
pengetahuan),mandiri (sikap yang memacu seseorang memegang keyakinan setelah
proses yang dilakukan sendiri,tanpa mengekor),berani mengatakan
kebenaran,bertanggung jawab,rendah hati,empati,tahan banting atau tahan
terhadap ujian,sabar,optimis,bersungguh-sungguh dalam mengerjakan segala hal
walaupun sekecil atau seserpih debu (Ukim Komarudi,2015,bab 2 dan 3) .Serta
niatkan sebagai bentuk pengabdian diri pada Tuhan,mau berfikir atau membuka
diri pada beragam pemikiran untuk mencari kebenaran,melibatkan diri pada
perkembangan lingkungan karena kualitas hidup Anda ditentukan oleh kemampuan
komunikasi serta jalinan maupun hubungan dengan orang sekitar Anda.Memang
terlihat begitu banyak tetapi Anda harus ingat tanpa adanya tindakan,kemauan
adalah angan- angan semu yang tak akan berwujud.
Tetapi jika Anda dan
saya terlalu sulit mengingat dan melakukan berbagai sikap pada ulasan yang
dijabarkan paragraf sebelumnya,maka saya memiliki satu jurus yang ampuh
(menurut saya).Cukup ingatkan diri Anda melalui perkataan yang diiringi pemikiran
mendalam beserta tindakan.Katakan “Saya harus Faith in Reason !!!! Saya
harus bersikap dan belajar dengan metode Keterampilan Proses!!Teguhkan hati,saya
harus memiliki KKP (Kemampuan Keterampilan Proses)”.Menurut saya metode belajar
KP sangat relevan dengan tujuan UGM sebagai universitas berbasis riset yang
mengharuskan penelitian,jika diterapkan dalam proses pembelajaran mahasiswa
maka akan terjadi proses belajar yang sangat efektif dimana mahasiswa bukan
hanya memiliki kemampuan teoritis melainkan telah mencapai target skill yang sejalan dengan hadirnya
jurusan dan perguruan tinggi,selain itu dalam proses pembelajaran tersebut juga
dapat memacu kualitas tenaga pengajar agar benar – benar siap mengajar yang
memiliki arti bukan sekedar menyampaikan materi melainkan ada targetan membuat
mahasiswa mencapai targetan skill,jika
dilihat manfaat lain yakni terbentuknya moralitas yang benar,mahasiswa maupun
tenaga pengajar pun akan merasakan suasana kelas yang egaliter,dinamis dan penuh
gagasan karena pada dasarnya mahasiswa adalah pemuda yang haus akan
pengetahuan,penuh ambisi berkarya,dan idealis jika lingkungan mendukung.Mengutip
dari kalimat Pak Arief “Tenaga pengajar tidak boleh menghentikan siswa bertanya
karena itu bagian dari proses pembelajaran”.Selain itu, skill yang didapat dalam proses KP dapat menjawab tantangan untuk
berkontribusi kanca nasional maupun internasional dalam hal ini persaingan dan penanganan
permasalahan dengan karya kreatif,inovatif,dan solutif tetapi tetap menjaga
kepentingan nasional,salah contoh permasalahan nasional yang dapat ditangani
yakni penganguran.Realitasnya penganguran terjadi karena ketidaksiapan SDM
Indonesia menghadapi persaingan global selain dirasa pendidikan hanya sampai
pada pencetakan kemampuan teori sehingga belum dapat menyiapkan SDM mencapai skill yang dibutuhkan dunia hingga kursi
kosong pekerja Indonesia diisi oleh pekerja asing yang banyak orang menyebutnya
pekerja ahli.Dalam metode KP Kita akan mengalami serangkaian proses mengamati,mengumpulkan
data,mengelolah data sesuai realitas,berfikir kritis,lalu menyimpulkan untuk
menyelesaikan setiap permasalahan,menambah wawasan dalam pengembangan diri, dan
penyikapan secara rasional dan proposional yang memiliki arti pemutusan
berdasarkan pembangunan masyarakat seimbang,serta akan menimbulkan kepekaan
setelah proses pemikiran pada lingkungan yang dapat menimbulkan moral positif
dan sikap – sikap yang telah diulas pada paragraf sebelumnya.Sehingga KKP
merupakan modal besar bagi mahasiswa mengawali karya kanca dunia meliputi
kepentingan rakyat Indonesia dan dunia.Untuk mengasah kemampuan KP,saya
sarankan untuk senantiasa menganalisa secara rasional dan lakukan sebanyak
mungin diskusi tentang berbagai isu dengan orang yang telah Anda tunjuk atau
Anda dapat memanfaatkan diri Anda sebagai mahasiswa,maksudnya adalah jadikan
suasana kelas Anda seperti wahana diskusi,jangan sampai Anda hanya menerima
materi tanpa melalui proses berfikir jika hal tersebut tidak bisa dilakukan
secara kondusif dan maksimal di dalam kelas,maka carilah kesempatan di luar
kelas karena perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan pengetahuan tetapi juga
menyiapkan keterampilan yang berguna untuk dunia setelah perkuliahan,lalu ada
cara lain yakni mengikuti seminar,organisasi yang bisa mengembangkan KKP Anda,serta
carilah mentor yang bisa mendorong Anda memiliki kemampuan KP.
Menerapkan metode KP
memanglah susah-susah-mudah,mungkin karena terbiasa dengan proses belajar yang
hanya menerima,bukan dialog dan terus dituntut mengingat materi yang tidak
relevan dengan pengembangan kemampuan penyelesaian masalah sosial maupun bidang
terkait dari masa SD mungkin hingga SMA.Oleh karenanya,sekali lagi saya
mengingatkan untuk diri saya pribadi dan pembaca agar senantiasa konsisten
melakukan KP,setelah mengetahui begitu besar potensi manfaat yang akan
didapatkan dalam penerapan metode KP.Jika Sebagian dari pembaca masih bingung
mengenai metode KP,maka saya akan menjelaskan hal tersebut.Metode keterampilan
proses yaitu metode yang dilaksanakan dengan cara berdialog atau berdiskusi
sehingga mendapat pengembangan pengetahuan,sikap,nilai,serta
keterampilan,sehingga timbul kreativitas.Dalam prosesnya semua pihak saling
memberi dan mendapatkan,serta diharuskan melakukan pengamatan dalam hal ini ada
proses berfikir rasional,bukan hanya sekedar empiris yang hanya melihat
material yang dalam realitasnya juga ada imaterial.Sekian dari saya
Tejaningrum, Mahasiswa JPSDK’16,FISIPOL UGM.Terimakasih.Semoga
bermanfaat.Amiin.
Referensi (Daftar
Pustaka)
Komarudin,Ukim.Arief
Rachman:Guru.Jakarta:Penerbit Erlangga,2015.
Pusat Kebudayaan UGM.Workshop Kebudayaan: UGM Universitas
Kebudayaan.culture.ugm.ac.id/main/
2013/07/workshop-kebudayaan-ugm-sebagai-universitas-kebudayaan
(Accessed July 18,2013)
Penaksi.com.Menyongsong
Pemimpin Muda Berkharakter Kegadjahmadaan.
(Accessed
Mei 20,2014)
Ukessays.Keterampilan
Proses.http://www.ukessays.com/essays/education/keterampilan-proses.php
(Accesssed
March 23,2015)
Site’s
sponsor.67 Tahun 2013-Universitas Gadjah
Mada.luk.staff.ugm.ac.id (Accesssed An
Unidentified)
Anies Baswedan.Anies
Baswedan : Pesan untuk Mahasiswa Baru UGM.https://www.youtube.
com/watch?v=-sUr6ChWPzA
(Accesssed September 22,2014)
Komentar