ideologi

Ideologi - Tali Temali

Masikah anda menjamani ekstrakulikuler Pramuka di sekolah dasar hingga mungkin perguruan tinggi. Pelajaran apa yang paling memorabel dari kegiatan pramuka bagi anda? Morsa atau yang lain. Bagi saya pribadi yang paling memorable adalah pelajaran tali temali yang mengajarkan berbagai bentuk cara menali dan dilakukan secara kolektif dengan satu tujuan, misalnya untuk mendirikan tenda atau kegiatan memanjat.
Kesadaran bahwa tali temali harus dilakukan berkelompok (untuk studi kasus kegiatan memanjat). Maka ada kecenderungan setiap orang akan berkelompok dengan yang sepaham atau membuat nyaman, agar tidak terjadi konflik (contoh sederhananya menentukan bentuk tali untuk studi kasus penanda kelompok ketika kegiatan memanjat atau menentukan bentuk tali temali mana yang paling kuat) serta efektif kompak tali temali dengan proses bahagia dan aman . Namun bagaimana jika dihadapkan dengan kondisi anggota kelompok ditentukan acak? Jalan mana yang anda pilih ? Berkompromi atau berpegang teguh pada upaya berkelompok dengan orang yang anda rasa bisa menciptakan tali temali yang kuat jika sepaham/sekelas/berteman atau mengambil jalan lain.
Dari kegiatan tali temali dalam pramuka, pada setiap kecenderungan peserta dalam bertindak, dapat merefleksikan cara pandang mereka serta menjadi contoh sederhana penggambaran eksistensi ideologi. Sehingga perlu dibahas mengenai definisi ideologi untuk menjawab eksistensinya.
Menurut Pak Ghafar, Pembicara materi ketiga Sekolah Tjokro sekaligus Dosen Departemen Politik Pemerintahan UGM, ideologi merupakan keyakinan yang kolektif dan menentukan kecenderungan bersikap serta keberpihakan.Beliau menyampaikan lebih lanjut mengenai berbagai ideologi dunia seperti liberialisme, sosialisme, komunisme, anarkisme, sosial demokratis, konservatisme, dan new right. Tetapi saya tidak menyoroti lebih lanjut mengenai berbagai definisi ideologi besar tersebut, karena dalam diri saya selalu timbul keresahan ketika membahas ideologi yang menjadi poin adanya tulisan ini (dibahas setelah paragraf selanjutnya).
Ketika ideologi diartikan sebagai paradigma atau kacamata memahami realitas yang berimbas pada perilaku, harusnya ideologi merupakan nilai ideal yang mewujudkan keseimbangan atau perdamaian yang sering didengungkan dunia internasional. Tidak ada ketimpangan, penindasan, kehancuran.
Ketika saya berdinamika dalam berpikir, muncul kesadaran bahwa munculnya berbagai ideologi besar yang ada sekarang merupakan hasil pandangan tentang realitas sosial yang terbatas,konditional,dan penuh kepentingan (asumsi). Contoh sederhananya sampai muncul ideologi sosialisme demokrasi dan anarkisme yang sangat sulit diterapkan , identifikasinya terjadi konflik baru misalnya mengenai imigrasi dan terbatas abstraksi yang tak bisa terealisasi.
Sehingga adakah ideologi dengan nilai ideal dan berlaku sepanjang masa/event? Harusnya ada,memang ada. Ketika menghayati kedudukan sebagai seorang manusia yang notabenenya adalah hamba yang mengabdi kepada Sang Pencipta, maka terlihat jelas jawaban dari pertanyaan awal. Tetapi saya tahu akan muncul pertanyaan, lantas bagaimana cara menempatkan diri di antara kondisi ideologi besar yang sudah ada beriringan dengan terus merepresentatifkan identitas manusia yang menjadi abdi bagi Sang Pencipta. Untuk memuaskan hasrat keinginan tahuan tersebut saya menyarankan untuk membaca lebih lanjut berkaitan dengan pola pikir tindakan Muhammad (tidak bermaksud SARA, namun kredibilitas Beliau dapat dibuktikan dengan rank no 1 orang berpengaruh).

Saran dan kritik sangat saya butuhkan, jadi bisa komen atau menghubungi melalui media lain. Terimakasih banyak. Salam dari saya Teja.

Komentar

Postingan Populer