INFJ : BEAST is belle (Film Beauty and The Beast)
Siapa nih di antara kita yang belum nonton film Beauty and The Beast?
Ngomongin film Beauty and The Beast, pasti agak basi kalau cuma bahas bahwa Belle (Beauty) adalah perempuan cantik yang jatuh cinta dengan pangeran buruk rupa terkutuk. Apalagi film ini bukan judul baru. Dari situlah aku berpikir untuk membahas Belle dengan sudut pandang lain yakni topik kepribadian.
Menurut penemu sekaligus perancang tes mbti, jenis manusia di dunia ini paling engga digolongkan pada 16 macam kepribadian. Lalu Belle merupakan salah satu pemilik kepribadian INFJ. Kebetulan lagi, INFJ juga menjadi jenis kepribadianku. Jadi dengan menghayati setiap adegan di film ini, aku bisa menyadari sebenernya aku ini gimana. Jangan sedih aku janji akan ada hikmah yang bisa kita ambil dari cerita panjangku ini (selain soal ngomongin kepribadian). So stay tune guys!
Gambar di atas merupakan salah satu adegan dalam film Beauty and The Beast. Saat itu, Beast lagi nunjukin buku pemberian penyihir yang mengkutuknya ke Belle. Menurut Beast, buku itu bisa membuat orang yang memegang gambar peta di dalam buku berkunjung ke suatu tempat sesuai dengan memori yang ingin dikenangnya. Lalu Belle memilih untuk mengenang kisah keluarganya, terutama kondisi Ibunya ketika di Paris ketika memegang buku itu.
Kemudian mungkin muncul pertanyaan ya, kenapa aku memilih memajang gambar di atas. Jadi aku ingin menunjukan bahwa ada hal yang lebih menarik dan esensial dari seseorang yakni pengetahuan atau wawasan yang dimilikinya. Ketimbang, soal betapa menariknya paras seorang tersebut.
Semua orang memiliki kisahnya dan pengalaman yang membentuknya hari ini. Begitupun Beast yang sebelumnya begitu tampan, sayangnya ia sombong dan sangat menyebalkan. Di sisi lain sama dengan Bella, Beast memiliki kisah menyedihkan ditinggal meninggal Ibunya. Oleh sebab itu, Beast tumbuh menjadi pribadi yang keras bersama didikan ayahnya sebagai raja.
Seseorang mungkin akan sangat kesulitan memahami atau dekat dengan Beast, jika tidak memiliki pengetahuan yang membuka wawasan dan kemampuan berempati. Ya walaupun ketolong adegan Beast nolongin Belle, tetapi keberlanjutan kedekatan mereka berdua karena mereka mampu saling mendengarkan dan berbagi ketertarikan yang sama, misal soal wawasan yang didapet dari bacaan.
Dari poin bahwa wawasan itu lebih prioritas ketimbang soal tampang aja, sebenernya kita juga bisa belajar kalau cinta itu bukan hanya soal fisik atau oreintasi seksual. Cinta itu proses dan kesempurnaannya didapat melalui pemahaman untuk saling melengkapi kekurangan masing - masing. Lebih jauh, cinta membuat seseorang bersikap adil pada dirinya sendiri ataupun pasangan karena didasarkan ketulusan. Makanya ada istilah cinta tak harus memiliki.
Rasa cinta Belle ke Beast tidak datang tiba - tiba. Awalnya Belle ketakutan, namun setelah insiden yang mendekatkan mereka. Belle beranjak mengenal sosok Beast yang lembut, baik hati, dan berwawasan luas. Bersama Beast, Belle juga bisa mengungkapkan semua yang menjadi kegelisahannya selama ini. Kemudian dalam prosesnya, Dari kekaguman Belle terhadap Beast dalam prosesnya mengembangkan rasa cintanya buat Beast.
Rasa cinta pula yang membuat Beast melepas Belle untuk kembali ke pelukan Ayahnya di rumah, padahal lembar bunga mwar mulai habis. Beast percaya bahwa Belle tidak akan meninggalkannya, selama cintanya tetap tertanam dalam hati Beast.
Titik temu : INFJ merupakan sosok yang idealis, artinya dapat melihat hal positif bahkan pada seseorang atau sesuatu yang buruk sekalipun, Hal tersebut didukung dengan sikap free spirit, ketertarikannya pada wawasan atau diskusi baru, dan oreintasi melayani. Kalu soal pasangan, pasti semua orang butuh pasangan yang suportif ya.
Dari kisah Belle dan Beast, sejujurnya aku lebih suka Beast berfisik sebagai Beast daripada bentuknya sebelum dikutuk, hehe. Beast terlihat lebih kuat, kharismatik, dan mungkin penampilan bad boy lebih menarik. Tapi tetep kemampuan Beast yang bisa diajak diskusi menjadi daya tarik paling besar.
Dari poin bahwa wawasan itu lebih prioritas ketimbang soal tampang aja, sebenernya kita juga bisa belajar kalau cinta itu bukan hanya soal fisik atau oreintasi seksual. Cinta itu proses dan kesempurnaannya didapat melalui pemahaman untuk saling melengkapi kekurangan masing - masing. Lebih jauh, cinta membuat seseorang bersikap adil pada dirinya sendiri ataupun pasangan karena didasarkan ketulusan. Makanya ada istilah cinta tak harus memiliki.
Rasa cinta Belle ke Beast tidak datang tiba - tiba. Awalnya Belle ketakutan, namun setelah insiden yang mendekatkan mereka. Belle beranjak mengenal sosok Beast yang lembut, baik hati, dan berwawasan luas. Bersama Beast, Belle juga bisa mengungkapkan semua yang menjadi kegelisahannya selama ini. Kemudian dalam prosesnya, Dari kekaguman Belle terhadap Beast dalam prosesnya mengembangkan rasa cintanya buat Beast.
Rasa cinta pula yang membuat Beast melepas Belle untuk kembali ke pelukan Ayahnya di rumah, padahal lembar bunga mwar mulai habis. Beast percaya bahwa Belle tidak akan meninggalkannya, selama cintanya tetap tertanam dalam hati Beast.
Titik temu : INFJ merupakan sosok yang idealis, artinya dapat melihat hal positif bahkan pada seseorang atau sesuatu yang buruk sekalipun, Hal tersebut didukung dengan sikap free spirit, ketertarikannya pada wawasan atau diskusi baru, dan oreintasi melayani. Kalu soal pasangan, pasti semua orang butuh pasangan yang suportif ya.
Dari kisah Belle dan Beast, sejujurnya aku lebih suka Beast berfisik sebagai Beast daripada bentuknya sebelum dikutuk, hehe. Beast terlihat lebih kuat, kharismatik, dan mungkin penampilan bad boy lebih menarik. Tapi tetep kemampuan Beast yang bisa diajak diskusi menjadi daya tarik paling besar.

Setelah bahas kisah hubungan Beast dan Bella, I wanna say Beast is Belle and Bella has Beast's power!
sumber gambar :
https://www.facetofeet.com/lifestyle/3914/4-hal-yang-dapat-kamu-pelajari-dari-tokoh-belle-beauty-and-the-beast
https://www.nme.com/reviews/movie/beauty-and-the-beast-film-review
Salam,
My Papper My Passport

Komentar