Mahaiswa dalam Community Delevopment

Hallo temen - temen yang baru gabung, nama ku teja
Kali ini aku mau ngomongin tentang " Mahasiswa", Ada apa dengan mahasiswa?
Kata Najwa Shihab harusnya orang yang menyandang status Mahasiswa nggak cuma cari aman.

Lagi - lagi, tulisan ini berangkat dari kegelisahanku, yang selama kuliah nggak merasakan gairah yang bener - bener membuatku pengen memperjuangkannya hingga mau mengorbankan apapun. (maaf alay)

Salah seorang yang menjabat status tinggi di KM UGM perna tanya, menurutku apa KM UGM udah merepresentasikan kegelisahan atau mengadvokasi kebutuhan mahasiswa. Kemudian aku jawab ya so-so mas. (bisa nebak siapa dia?). Setelah coba berdinamika memahami lagi jawaban atas pertanyaan itu. Disambi baca bukunya mas Lutfi Gerakan Mahasiswa Sebagai Penekan. Aku jadi tercerahkan. Mungkin temen -temen yang butuh referensi atau merasa apatis dengan perpolitikan mahasiswa bisa baca :)

Tan Malaka kalu ngga salah perna bilang, barang yang paling berharga yang dimiliki Mahasiswa adalah Idealismenya yang membebaskannya karena membuatnya mendukung segala keadilan yang benar sebenarnya tanpa pandang bulu. Karena di sisi lain keadilan itu juga relative, misalnya dipandang dari liberialisme, ya sistem pasar yang paling adil. Hal tersebut benar adanya ketika, salah satu alumnus UGM yang menyatakan langsung, bahwa pandangannya berubah setelah keluar kampus, dulu ia menganggap sosialisme adalah jalan yang paling benar menurutnya. Namun setelah mencoba berdinamika, Ia memandang liberialisme jauh lebih baik.

Hal tersebut, biasa terjadi karena perubahan adalah keniscayaan di dunia ini. satu menit kita bisa bilang kita cantik, satu menit selanjutnya bisa jadi anggapan terhadap diri kita jelek, mungkin karena kehujanan  jadi ngerusak penampilan kita hehehe.

Sehingga yang jadi poinku disini adalah berangkat dari pernyataan Koesnadi Hardjosoemantri salah satu pendiri DEMA MAHASISWA dan Mantan Rektor UGM, mengapa mahasiwa bisa memiliki peluang besar membelah kebenaran tanpa pandang konteks ideologi, jadi maksudnya disini bukan membela kaum marjinal, tetapi pihak yang benar - benar didiskriminasi karena sistem yang tidak adail. Karena misalkan berangkat dari organisasi intra yang dibentuk mahasiswa  yang dibentuk sebab kesadarannya sebagai mahasiswa yang merupakan kelompok yang harusnya terbiasa talik ulur berdebat secara kritis dan ilmiah. Namun di sisi lain juga sadar, Ia harus menggunakan potensinya untuk berkontribusi di masyarakat ( konteks dema ugm menggunakn keyakinan keberpihakan pada hal yang berkaitan dengan kerakyatan dan kebudayaan sesuai pancasila)

Makanya jaman sebelum reformasi atau mungkin sampe sekkarang masih perlu evaluasi lagi. gerakan mahasiswa berangkan dari isu yang menjadi akar permasalahan negeri ini yang dianalisa dan dicari solusinya bukan atas dasar pramatisme, taktis untuk jangka waktu yang pendek (sementara). Sehingga budaya mengadvokasi yang dilakukan bukan hanya mengawal kebijakan kampus untuk menurunkan UKT yang memberatkan. Tetapi sampe pada kebutuhan belajar, pengondisian, referensi buku yang menguatkan seluruh elemen mahaiswa agar berkontribusi mencari solusi bagi permasalahn pribadi yang menghambat progesifitas berdinamika membantu masyarakat.

Oleh karena itu aku jadi sadar kenapa kualitas pendahulu kita jadi sangat berkualitas di tengah segala keterbatasan. Satu lagi, sekali lagi aku mematakan definisi yang kupahami selama ini sempit. Karena basik ilmu adalah sosial manajer, jadi community delevopment hanya berkutat pada pemberdayaan kaum tertentu. Lebih jauh, ternyata community delevoment ngomongin modal sosial yang dikelola secara kolektif karena kesadaran akan urgensi bersama.

Misalnya, masih ingat demo 212 atau yang terbaru demo setnov yang merupakan contoh nyata. Namun yang menjadi poin penting, kemudian adalah apakah kita sudah benar - benar berada dalam kesadaran yang difikirkan dengan jernih. jangan sampai gerakan kita hanya ikut ikutan dengan pengetahuan yang dangkal. Evaluasi buat diri sendiri, biar ngga mudah menilai tanpa bener - bener tahu besar lingkaran yang sebenarnya.

Mugkin Musuh Kita Bersama Saat Ini adalah KORUPSI.
SALAM MY PAPPER, MY PASSPORT. STMPPKKSGMGKSDKHU18AMIINMINA.

Komentar

Postingan Populer